Banner-Top
Banner-Top

PERNYATAAN SIKAP TOLAK TAMBANG DAN PABRIK SEMEN DI MATIM, OLEH ALIANSI MAHASISWA MANGGARAI SURABAYA

AMM tolak tambang dan pabrik semen di Matim. Foto/Harind.
AMM tolak tambang dan pabrik semen di Matim. Foto/Harind.

PERNYATAAN SIKAP PENOLAKAN TAMBANG BATU GAMPING DI LINGKO LOLOK DAN PABRIK SEMEN DI LUWUK DESA SATAR PUNDA, KECAMATAN LAMBA LEDA, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

 

  1. Dasar Pemikiran
  2. Setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah pada hakekatnya harus memperhatikan kesejateraan dan keadilan sosial masyarakat. Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur sedang merencanakan pembangunan pabrik semen di Luwuk dan tambang batu gamping di Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Pembangunan pabrik semen dan penambangan batu gamping ini akan dikelola oleh dua perusahaan yaitu PT. Singa Merah dan PT. Istindo Mitra Manggarai. Dalam keterangan Maksimus di salah satu media, luas lokasi yang dibutuhkan untuk tempat tambang batu gamping 505 hektar.

    (https://www.mongabay.co.id/2020/05/15/warga-dan-walhi-ntt-tolak-tambang-dan-pabrik-semen-di-manggarai-timur-kenapa/).

    Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam hal ini Bupati Andreas Agas telah mengeluarkan izin lokasi pabrik semen di Luwuk atas rekomendasi badan pertanahan. Sementara itu gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat sesuai UU No. 23 Tahun 2014 berwenang memberikaan izin eksploitasi tambang batu gamping di Lingko Lolok. Berdasarkan laporan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai Timur terkait dengan adanya kepastian tambang batu gamping di Lingko Lolok. Apabila eksploitasi tambang batu gamping tersebut diberikan izin oleh gubernur maka sudah melanggar UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan juga Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengeluarkan Peta Wilayah Ekoregion Indonesia yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor :SK.8/MENLHK/SETJEN/PLA.3/1/2018.

    Pabrik Semen

    Kapasitas produksi semen di dalam negeri terus meningkat. “Dua tahun terakhir Indonesia mengalami kelebihan pasokan semen. Tahun 2017, total kapasitas produksi semen tahunan Indonesia meningkat 107,9 juta ton, "ujar Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso dalam The 25th ASEAN Federation of Cement Manufacturers (AFCM) di Trans Hotel Luxury Bandung, Kamis (5/4/2018). Tahun ini, kapasitas produksi semen dalam negeri akan kembali meningkat. Adapun sambung Conch Cement Indonesia di Sulawesi Utara yang mulai berproduksi tahun ini dengan kapasitas 1,7 juta Ton setiap tahun. Dari data tersebut dapat dikatakan Indonesia sebagai produsen terbesar di kawasan ASEAN dan asia pasifik. Produksi Semen dengan kapasitas sangat banyak sampai sekarang belum terserap sepenuhya dalam pasar dalam Negeri meskipun penjualan tumbuh secara positif. Pada Tahun 2017 menurut informasi kompas jumlah penjualan domestik naik menjadi 66,3 juta ton atau tumbuh secara signifikan menjadi 7,7% dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar 62 juta ton. Sedangkan untuk penjualan ekspor naik menjadi 2,95 juta ton dari 1,6 juta ton atau dapat dikatakan tumbuh menjadi 84 % jika dibandingkan tahun sebelumnya.

    (https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/05/114859526/dua-tahun terakhir-indonesia-kelebihan-pasokan-semen)

    Pertumbuahan produksi semen yang tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan pasar lokal akan berengaruh karena kelebihan pasokan semen domestik. Maka dari itu sangat diharapkan para produsen semen kepada kebijakan pemerintah supaya adanya pembatasan atau pemberhentian perizinan pembangunan pabrik semen baru.

    Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat konsumsi semen di dalam negeri pada akhir Maret 2020 merosot hingga 7% dari realisasi Maret 2019. Menjelang akhir tahun 2019 ini, tingkat kapasitas semua pabrik semen di Indonesia mencapai 113 juta ton. Jika dibandingkan dengan tingkat demand di tahun 2018 lalu, hanya 70 juta ton. Artinya, terjadi kelebihan kapasitas semen secara nasional sekitar 41 juta ton atau lebih dari 50 persen demand semen di tahun 2018.

    (https://ekonomi.bisnis.com/read/20200409/257/1224755/konsumsi-semen-anjlok-7-persen-sepanjang-maret-)

    Kondisi Indonesia yang mengalami oversupplay tersebut sangat kontra dengan kebijakan pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur yang saat ini berencana mendirikan bangunan pabrik semen di Luwuk, Desa Satar Punda, Kecammatan Lanmba Leda, Kabupaten manggarai Timur.. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa rencana pembangunan pabrik semen di tempat tersebut tidak urgen, sebab secara nasional Indonesia mengalami oversupplay semen. Selain persedian secara nasional, kebutuhan semen secara lokal di daerah NTT sudah cukup dengan adanya pabrik semen kupang yang sudah ada di NTT. Di sisi lain pendirian bangunan pabrik semen tersebut tidak mempertimbangkan asas manfaat terhadap warga Luwuk dan masyarakat Manggarai Timur pada umumnya.

    Tambang Batu Gamping

    Kampung Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur yang pada saat ini menjadi target penambangan batu gamping. Daerah ini merupakan daerah pegunungan sekaligus tempat tinggal warga Lingko Lolok. Selama ini tanah di Lingko Lolok merupakan lahan yang produktif yang menjadi pusat atau sumber kehidupan bagi warga lokal seperti; ladang, sawah, kebun dan ternak. Kemudian warga Lingko Lolok sebagai suatu kelompok masyarakat tidak terlepas dari ikatan entitas kebudayaan, yakni merupakan masyarakat yang beradat-istiaadat serta berbahasa sebagai suatu ciri khas eksistensinya di tengah masyarakat lain di atas keanekaragaman bangsa Indonesia yang selalu diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang dan akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Hal ini tidak dapat diubah oleh siapapun, apa lagi oleh pemerintah yang mengakui keberadaan masyarakat itu sendiri.

    Merujuk pada fakta-fakta tentang pertambangan, dapat dikatakan bahwa pertambangan merupakan kegiatan untuk mendapatkan logam, mineral, mangan, emas, batu gamping, batu bara, dan lain-lain dengan cara menghancurkan gunung, hutan, sungai, laut dan penduduk kampung. Dengan demikian, rencana penambangan batu gamping di Lingko Lolok sebagai bahan baku produksi semen di Luwuk desa Satar Punda, kecamatan Lamba Leda, kabupaten Manggarai Timur merupakan kegiatan menghancurkan gunung, hutan, lahan produktif warga, termasuk warga itu sendiri serta entitas kebudayaan masyarakat di kampung Lingko Lolok, desa Satar Punda, kecamatan Lamba Leda, kabupaten Manggarai Timur.

    Alternatif

    Berbagai macam dampak yang timbul dari tambang dan pabrik semen di atas maka keseriusan pemerintah untuk memberikan kesejatheraan bagi rakyat. Pemerintah kabupaten tidak harus ngotot melalui aktivitas pertambangan, tetapi dengan mengedepankan Pariwisata, Optimalisasi PT. Semen Kupang, edukasi bertani, berkebun, berternak seperti penjelasan berikut:

      1. Pariwisata Alam

    Daratan Desa Satar Punda dan sekitarnya sangat potensial dan strategis apabila dikelola dengan serius oleh pemerintah untuk dijadikan sebagai pariwisata alam sehingga menarik perhatian wisatawan. Kerja sama dengan masyarakat lokal dalam membangun pariwisata alam yang elok merupakan pilihan yang bijak dan dapat melestarikan alam di desa Satar Punda (eko-efisien). Alam, budaya, serta masyarakat itu sendiri akan terawat, keuntungan berlipat ganda, tidak ada pihak yang dirugikan, sehingga kesejahteraan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Berbanding terbalik dengan aktivitas pertambangan yang memastikan kerugian alam dan masyarakat.

      1. Optimalisasi PT. Semen Kupang

    Pembangunan pabrik semen di Luwuk Desa Satar Punda, Kecamtan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur tidak begitu urgen. Karena Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki PT. Semen Kupang. Semestinya pemerintah mengoptimalisasi produksi semen di PT. Semen Kupang untuk kemudian didistribusikan ke setiap daerah di Nusa Tenggara Timur sehingga kebutuhan akan semen di daerah-daerah di Nusa Tenggara Timur dapat terpenuhi.

      1. Edukasi bertani, berkebun, dan beternak

    Dari dulu hingga saat ini bertani, berkebun, dan beternak merupakan sandaran utama masyarakat Lingko Lolok untuk bertahan hidup termasuk menopang dan meningkatkan ekonomi keluarga. Hal ini membuktikan bahwa potensi alam Lingko Lolok dapat memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat setempat. Artinya tanah Lingko Lolok merupakan lahan yang produktif. Dengan demikian, kehadiran tambang yang akan menggali batu gamping di perut bumi Lingko Lolok akan merusak tatanan alam yang selama ini menjadi sandaran hidup masyarakat lokal. Karena itu tidak dapat dibenarkan ketika kesejahteraan menjadi dalil utama masuknya tambang batu gamping di Lingko Lolok. Seharusnya, jika pemerintah ingin mensejahterakan masyakat Lingko Lolok dan sekitrarnya, maka langkah yang harus dilakukan adalah mengedukasi masyarakat lokal tentang cara bertani, berkebun, serta beternak. Dengan demikian secara tidak langsung akan membentuk SDM masyarakat yang kemudian berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

    1. Pernyataan Sikap

    Berdasarkan pemikiran di atas, maka kami Aliansi mahasiswa Manggarai Surabaya menyatakan sikap:

      1. Menolak rencana pembagunan pabrik semen di Luwuk dan tambang batu gamping di Lingko Lolok Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.
      2. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur untuk mencabut izin lokasi pendirian bangunan pabrik semen di Luwuk Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda
      3. Mendesak pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk tidak memberikan izin eksploitasi tambang batu gamping di Lingko Lolok Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur
      4. Mendesak DPRD Kabupaten Manggarai Timur agar secara tegas mengambil sikap menolak kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda sebab hal tersebut merugikan alam dan masyarakat lokal
      5. Menghimbau masyarakat Desa Satar Punda khususnya di Luwuk dan Lingko Lolok untuk tidak memberikan lahan kepada pihak perusahaan
      6. Mengajak seluruh masyarakat Manggarai Raya teristimewa masyarakat Manggarai Timur agar secara bersama-sama menolak kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda demi masa depan Desa Satar Punda khsusnya dan tanah Nuca Lale umumnya. (*)

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top