Banner-Top
Banner-Top

Persematim U-17 Targetkan Final Soeratin Cup 2019

Tim Persematim  U-17. Foto/Agus.
Tim Persematim U-17. Foto/Agus.

Oleh: Yon Sahaja

 

ENDE, POSFLORES.COMTim Persematim U-17 lolos ke putaran delapan besar setelah bermain imbang 2-2 melawan tim U-17 Bintang Timur FC tadi malam. Kedua tim sama-sama lolos sebagai juara grup dan runner up. Kedua tim sama-sama mengumpulkan 10 poin, namun tim Bintang Timur FC lebih berhak sebagai juara grup berkat selisih gol sejak awal turnamen.

Kedua tim mengawali laga dengan cukup hati-hati, namun perlahan, intensitas serangan ke daerah lawan mulai  panas. Terbukti, pada menit ke 1 lewat 7 detik tim U-17 Bintang Timur FC terbungkam oleh gol cepat anak-anak Persematim yang di cetak Muhamad Guntur. Gol cepat dari anak-anak Matim tersebut membuat psikis anak-anak Belu turun. Serangan demi serangan dari kedua tim tidak berbuah hasil hingga babak pertama usai, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Persematim.

Memasuki babak kedua, Bintang Timur FC langsung tancap gas, terlihat mereka bermain dengan tempo tinggi, hingga berhasil membuat anak anak Persematim kewalahan dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dimenit ke 47. Rupanya anak-anak Bintang Timur FC sangat haus gol, terbukti 2 menit berselang tepatnya menit ke 49 tim Bintang Timur FC kembali mencuri poin, kedudukan berubah menjadi 2 – 1 untuk keunggulan Bintang Timur.

Situasi ini segera diantisipasi oleh Persematim dengan memasukan amunisi baru yaitu Yulianus Mayo Giri di lini depan menggantikan Denis Ismau. Kemudian Robert Ngada ditempatkan ke sisi kiri gelandang, juga memasukan Robert Mbesi untuk membantu serangan.

Strategi ini membuahkan hasil, lagi-lagi Muhamad Guntur kembali menggetarkan jala Bintang Timur untuk kedua kalinya, tepatnya dimenit ke 58. Kedudukan 2 – 2 berakhir hingga pluit panjang berbunyi pertanda pertandingan telah usai.

Pelatih Persematim, Agus Supratman usai pertandingan kepada Posflores.com memuji penampilan anak anak Bintang Timur.

“Pertandingan ini bukti sajian kualitas milik NTT. Anak anak NTT semakin perlihatkan kualitas kepada semua mata. Bintang Timur layak disebut sekolah bola, sebab skill, teknik dan strategi menyerang dan bertahan terorganisir dengan baik,” kata Agus, Kamis, 17 Oktober 2019.

Sedangkan untuk anak asuhnya, Agus mengapresiasi dengan ucapan proficiat, karena sudah bermain dengan baik.

“Untuk anak-anak saya, saya ucapkan proficiat sudah menjadi bagian sejarah penting pada turnamen Soeratin Cup. Anak anak sudah dedikasikan diri untuk tanah Manggarai Timur tercinta lewat sepak bola. Anak-anak berjuang sekuat tenaga, memperagakan strategi yang diterapkan demi misi menjadi yang terbaik pada pertandingan kali ini, dan hal itu terbukti. Terimakasih dan proficiat untuk anak anak saya”, ungkap Agus.

Agus menambahkan, pertandingan berkualitas tidak lepas dari management dan integritas baik dari orang orang yang mengatur di dalamnya dan hal itu terjadi pada Asprov PSSI NTT.

“Terimakasih buat Asprov NTT. Kumpulan orang-orang hebat dengan komitmen yang mulia untuk kemajuan sepak bola NTT. Semoga tetap menjadi yang terbaik untuk semua tim, tanpa memandang bulu dalam membela aturan serta menjadi hakim yang jujur bagi semua tim untuk para wasit. Terimakasi,” ujar Agus.

Sebagai pelatih, Agus memasang target untuk timnya, dan target tersebut adalah final.

“Target saya harus sampai final. Soal lawan, hampir semua lawan kuat, apalagi dibabak delapan besar nanti merupakan tim terbaik semua. Dan yang patut kami waspadai secara extra adalah tim juara bertahan Flores Timur dan semangat bangkitnya tuan rumah Ende U-17. Namun kami selalu siap mau lawan tim mana saja. Malam ini baru diketahui siapa lawan kita di babak delapan besar. Setiap pertandingan bagi kami itu final, fokus dan disiplin menjadi prinsip,” kata pelatih berpenampilan cool ini.

Untuk babak delapan besar tim Persematim akan melawan antara tim U-17 Ende ataupun menghadapi juara bertahan Flotim. Menurut Agus, sejauh ini anak-anak bermain dengan semangat yang menggelora.

“Sejauh ini, semangat anak-anak sedang menggelora. Anak-anak ingin juara, masyarakat Matim ingin prestasi, kita semua doakan agar cita-cita kita bisa terwujud,” tutup Agus.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top