Pertandingan Sepak Bola Piala Kecamatan di Kota Komba Diwarnai Kericuhan

oleh -1.617 views
Kericuhan Mewarnai Pertandingan Sepak Bola di Kota Komba. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.Com-Pertandingan seru antara SMAN 7 Kota Komba melawan SMAN 1 Aimere dalam perebutan laga 4 besar piala kecamatan yang berlangsung di Lapangan Waelengga, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur  diwarnai kericuhan. Kericuhan terjadi pada babak ke dua, pada Minggu,11 Agustus 2019.

Kericuhan tersebut dipicu ketika asisten Wasit yang bertugas sebagai pengawas di luar lapangan berulang kali memanggil wasit utama, sementara pertandingan sedang berlangsung. Kemarahan suporter akhirnya memuncak ketika asisten wasit tersebut meminta wasit utama menghentikan pertandingan dan menyuruhnya untuk memberikan kartu merah kepada bek kanan dari SMAN 7 Kota Komba, karena diduga bek tersebut sudah dua kali mendapatkan kartu kuning.

Keputusan itu menuai protes dari suporter tribun selatan. Kericuhanpun terjadi dan berlangsung cukup lama. Terlihat salah satu ofisial tim SMAN 7 Kota Komba mendapat pukulan dari salah seorang anggota keamanan menggunakan kayu batang disela-sela keributan tersebut. Dia mengira yang bersangkutan(ofisial) adalah salah satu pemain yang terlibat ricuh karena tidak mengenakan tanda pengenal sebagai ofisial.

Salah satu penonton bernama Bajang kepada media ini mengaku sangat menyayangkan insiden itu terjadi. Dia mengatakan aksi yang dilakukan oleh asisten wasit tersebut sangat mengganggu jalannya pertandingan.

“Harusnya Wasit utama yang lebih peka dan jeli memberikan kartu kepada pemain. Jangan sementara bola berjalan dan pelanggaran yang dilakukan itu sudah lewat beberapa menit yang lalu. Kita menerima keputusan wasit tapi jangan begini caranya” tandas pria berambut gondrong tersebut.

Sementara itu, asisten wasit satu, Vanti, membenarkan tindakan wasit pengawas tersebut. Ketika diwawancarai Posflores.com Vanti menjelaskan tugas pokok dan fungsi wasit pengawas dalam suatu pertandingan bola kaki.

“Dia tidak salah, karena dia punya hak mengingatkan Wasit utama apabila lupa mengambil tindakan misalnya seperti pemberian kartu merah kepada pemain yang sudah dua (2) kali mendapatkan kartu kuning seperti tadi; dan juga pengawasan di area bens pemain apabila pemain cadangan keluar dari bangku bens cadangan,” jelas Vanti.

Keputusan terakhir wasit utama meniup pluit panjang, laga pun dihentikan dengan skor 2-2 dan dilanjutkan pada hari Senin, 12 Agustus 2019.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *