Banner-Top
Banner-Top

PJS Desa Pong La’o: Saya tidak lakukan Pungli, Pemberitaan Media Merugikan Saya

PJS Desa Pong La'o bersama Kuasa hukum. Foto/Event.
PJS Desa Pong La'o bersama Kuasa hukum. Foto/Event.

RUTENG, POSFLORES.COM--Pejabat Sementara (PJS) Desa Pong La'o, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Damasus Herong, memberikan tanggapan terkait laporan dugaan pungli yang dilakukannya saat pemasangan meteran listrik kepada 32 KK di Desa Pong La'o.

Herong didampingi kuasa hukumnya, Plasidus Asis Deorany SH, menggelar konferensi pers di lokasi Kopi Mane Inspiration Ruteng, pada Minggu, 14 Juni 2020, sekitar pukul 14.00 Wita. Pada kesempatan tersebut, Herong menghadirkan tiga warga penerima bantuan meteran listrik untuk memberikan keterangan.

Kuasa Hukum Herong, Plasidus Asis Deorany menjelaskan, kasus pidana dugaan pungli saat pemasangan meteran listrik gratis kepada 32 KK di Desa Pong La'o sudah secara resmi dilaporkan ke Polres Manggarai beberapa minggu lalu oleh pihak pelapor.

"Pada tahap laporan itu Damasus Herong selaku PJS Desa Pong La'o sudah dipanggil oleh Polres Manggarai untuk melakukan klarifikasi, serta membawa bukti - bukti terkait laporan tersebut. Saat itu Damasus Herong pun sudah memenuhi panggilan Polres Manggarai," kata Plasidus.

Sementara itu, Damasus Herong mengatakan, sebanyak 32 KK penerima meteran listrik di Desa Pong La'o dengan pagu anggaran senilai Rp. 111.000.000,00 yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020. Hal tersebut Menurut Herong,  telah melalui perencanaan yang tertuang dalam surat keputusan (SK).

"Seperti sebelumnya diberitakan awak media, justru sangat merugikan saya. Dana itu semua telah melalui perencanaan. Ini poin yang sangat merugikan saya, di situ mengatakan bahwa ada sarat kepentingan, kemudian tidak tepat sasaran, terkesan tumpang tindih, dan keputusan sepihak serta tindakan pungli. Itu tidak benar," ungkapnya dengan nada kesal.

Selaku Pejabat Kepala Desa Pong La'o pihaknya menegaskan bahwa, untuk meteran listrik gratis bagi KK miskin tidak ada korelasi dengan kepentingan tertentu. Dan semua penerima meteran listrik gratis itu adalah warga asli Desa Pong La'o yang secara ekonomi kurang mampu dan tidak memiliki meteran.

Selain itu kata dia, tidak ada tumpang tindih pada masyarakat penerima meteran listrik gratis. Masyarakat penerima adalah masyarakat yang betul-betul miskin dan tidak pernah mendapat bantuan meteran sebelumnya.

"Berita tentang tumpang tindih terkait pemberian meteran gratis tidaklah benar. Sebelum pemasangan meteran gratis. Sudah ada penetapan yang ditandatangani oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jadi tidak ada keputusan sepihak yang dibuat oleh Pejabat Desa Pong La'o. Kemudian terkait pemungutan liar (pungli) yakni uang senilai Rp. 100.000,00, itu merupakan sebagai bentuk ucapan terimakasih warga penerima meteran gratis kepada pihak instalator dan bukan kepada Pejabat," jelas Herong.

Menurutnya, hal ini merupakan bentuk inisiatif masyarakat penerima meteran listrik gratis.

"Saya tegaskan, bahwa saya tidak pernah meminta uang tersebut kepada masyarakat seperti dugaan pungli yang sempat diberitakan itu. Dan berita itu tidaklah benar, karena mau merusak reputasi saya sebagai pemimpin," ujarnya.

Ferdinandus Kanisius Syukur (salah seorang warga penerima bantuan) juga membenarkan hal itu. Ia mengatakan, pihak instalator tidak meminta uang.

"Saya kasih uang sebanyak Rp.100.000,00, dan itu merupakan sebagai bentuk ucapan terimakasih saya terhadap mereka," katanya. [Event Mardivanto]

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top