Banner-Top
Banner-Top

Polemik TPU, Mantan Kades Bangka Kantar Mengaku Pernah Diancam Mantan Kadinsos Matim

Ilustrasi kuburan. Ist.
Ilustrasi kuburan. Ist.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Yoseph Maruf, mantan Kepala Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur mengaku pernah diancam mantan Kadis Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Maksimus Ngkeros terkait persoalan lokasi TPU (Tempat Pemakaman Umum) Tanah Ragok.

“Setahu saya, tanah itu dijual oleh empat Tetua Kampung pada tahun 2015. Waktu Pemda Matim membeli tanah tersebut juga tanpa sepengetahuan kami selaku pemerintah desa saat itu,” kata Yoseph kepada posflores.com, Selasa, 11 Mei 2021.

Dijelaskannya, setahun setelah itu Maksimus meminta pihak desa ke Kantor Dinas Sosial Matim. Menurutnya, saat itu sempat terjadi adu mulut antara dirinya dan mantan Kadinsos Matim itu.

“Ketika sampai di kantor, saya diancam oleh Maksimus Ngkeros. Dalam ancaman itu, ia berencana akan memenjarakan saya. Namun, pada saat itu juga saya menantang balik dengan mengatakan, kalau saya penjara, maka kau juga akan di penjara. Kita sama-sama penjara,” papar Yoseph.

Kata Yoseph, pada bulan April 2021 pihaknya kembali diundang Pemda Matim untuk menandatangani dokumen transaksi jual beli Tanah Ragok antara empat Tetua Kampung.

“Saat itu kami sebagai saksi hanya diminta tanda tangan tanpa mengetahui harga tanah TPU. Di mana transaksi jual beli tanah tersebut terjadi pada tahun 2015 silam,” ucapnya.

Secara terpisah, Andreas Anus, Sekretaris Desa (Sekdes saat ini) mengaku jika pembelian TPU tanah Regok tidak diketahui Pemdes setempat.

“Kami sama sekali tidak dilibatkan pada saat proses jual beli TPU tanah Ragok, sehingga kami tidak mengetahui terkait jumlah uang pembelian tanah tersebut,” ungkap Andreas. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top