Banner-Top
Banner-Top

Polres Matim Didesak untuk Limpahkan Kasus Penganiyaan di Elar Selatan ke JPU

Ilustrasi kekerasan. Foto/Ist.
Ilustrasi kekerasan. Foto/Ist.

MANGGARAI TIMUR — Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur (Matim) didesak untuk limpahkan berkas perkara kasus penganiyaan di Kampung Weso, Desa Nanga Pu’un, Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, NTT ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai.

Desakan tersebut disampaikan Bonefasius Masri, SH selaku Kuasa hukum dari korban LS dan KA.

Ia mengatakan, laporan perkara terkait kasus tersebut tidak perlu lama-lama lagi dilimpahkan karena alat bukti sudah cukup lengkap.

“Kalau boleh sesegera mungkin berkas perkaranya dilimpahkan ke JPU. Alat bukti sudah cukup lengkap,” kata Masri kepada Wartawan, Sabtu (20/11/2021).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Polres Manggarai Timur atas tugas dan kewajiban kepolisian sesuai dengan pasal 5 kitab undang-undang hukum acara pidana, pasal 1 angka 4 KUHAP.

“Namun saya berharap kepada kepolisian untuk secepatnya menindaklanjuti laporan itu,” ujarnya.

Ditanya soal status pelaku, Masri menjelaskan bahwa jika berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan, secara otomatis status pelaku sudah menjadi tersangka.

Sebelumnya diberitakan, Leonardus Selong dan Kanisius Alit menjadi korban kebrutalan YD, Guru ASN yang mengajar di SDK Lando Nanga, Desa Nanga Puun, Kecamatan Elar Selatan.

Kedua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut di Polres Manggarai Timur pada Jumat 29 Oktober lalu. Laporan tersebut diterima dengan nomor STPL/93/X/2021/NTT/Manggarai Timur.

Sementara itu, YD, terduga pelaku saat dikonfirmasi Awak Media mengakui perbuatannya.

“Iya. Semuanya saya sudah klarifikasi di kantor polisi. Kalau mau konfirmasi, silahkan tanya pa polisi,” ujar YD dengan nada buru-buru.

Ia mengklaim bahwa masalah tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya dengan Pak Kapospol ini mau pergi ke rumah korban untuk omong damai,” tutupnya. (Yopie)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top