Banner-Top
Banner-Top

Polres Matim Tetapkan Pelaku Pengeroyokan di Borong sebagai Tersangka

Ilustrasi penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Marten Mihu dan Saldin, Warga Kampung Ende, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh  penyidik Satreskrim Polres Matim atas dugaan pengeroyokan terhadap Ferdinandus Jeharu.

Informasi tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy S.Karimoy kepada posflores.com, Selasa, 12 April 2021.

“Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Persoalan ini akan tetap kami proses hingga tuntas. Namun kita belum menahan para pelaku,” kata Deddy.

Kasat Deddy menjelaskan beberapa alasan mendasar sehinga tidak menahan pelaku pengeroyokan ini.

“Yang pertama mereka tidak menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri. Kemudian karena ruang tahanan di Polres Matim over kapasitas. Apa lagi, saat ini lagi dalam situasi Covid-19,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait progres penanganan persoalan ini, dirinya mengungkapkan bahwa berkas perkara sudah lengkap (P21).

“Dalam waktu dekat berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng,” paparnya.

Sementara itu, Ferdinandus Jeharu (korban) mengaku secara pribadi sudah memaafkan pelaku. Namun, demi penegakan hukum dia meminta agar pelaku tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ferdinandus. Foto/Ando.

“Saya sudah maafkan dia. Tapi, dalam persoalan ini biarkan pihak berwajib tetap memproses persoalan ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat, 2 April pukul 20.00 Witta, korban mengaku dikeroyok oleh kedua pelaku di rumahnya sendiri. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami benjolan pada bagian kepala dan luka memar pada pipi kanan.

“Setelah mereka keroyok saya, selang beberapa saat saya langsung lapor ke Polres Matim. Saya tidak salah. Sore hari saat saya pulang kerja di pasar pelaku datang ke rumah untuk menanyakan dasar saya keluarkan kalimat anjing dan babi pada pagi harinya. Sementara saya keluarkan kata – kata tersebut terhadap istri saya,” jelas Ferdinandus.

Ferdinandus mengaku, tidak ada kaitannya kalimat yang dilontarkannya ditujukkan kepada pelaku yang juga merupakan tetangga korban.

Sementara itu, terduga pelaku pengeroyokan, Marten Mihu membantah jika dirinya bersama rekannya melakukan pengeroyokan.

“Kami mendatangi rumah Ferdinandus dengan maksud meminta penjelasan terkait pernyatan dia yang menyebut anjing dan babi, kami tidak bermaksud untuk memukul atau perbuatan yang melanggar hukum namum karena situasi dan kondisi yang tidak terkendali maka terjadilah perkelahian antara saya dan Ferdinandus,” ungkap Marten.

Marten mengaku, pada saat ia meminta penjelasan Ferdinandus, seketika itu Ferdinandus langsung menunjuk dan menendangnya.

“Dia langsung tunjuk saya saat saya tanya dia. Saat saya tanya, dia tendang saya di dada hingga jatuh. Setelah itu, ia ambil parang namum warga berhasil melerai sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Marten beberapa waktu lalu. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top