Polsek Borong Sambangi Warga Pembakar Lahan

Borong, Posflores.com – Jajaran Polsek Borong mendatangai, AA (50), buruh serabutan di Tanah Bakok, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Sabtu (1/8/2020) pukul 10.29 Wita. Tujuannya meminta AA, memadamkan api sebelum menjalar ke kebun warga sekitar. Apabila hal itu terjadi AA bisa dijerat Pasal 108 UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp 10 miliar.

“Ya, sudah perintahkan tiga anggota ke lokasi tersebut agar memadamkan api sebelum menyebar ke kebun warga lain,” ungkap Kapolsek Borong, AKP. Made Mudana.

Ia menjelaskan, apa yang dilakukan, AA, sangat berbahaya bagi warga sekitar, sebab membakar lahan di musim kering dan angin kencang.

“Sekarang musim kering, angin di Borong juga sangat kencang. Api akan menyebar lebih cepat,” jelasnya.

Ia menegaskan, saat ini, Polres Matim gencar melakukan sosialisasi bencana kebakaran. Khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini menjadi isu nasional.

“Kehadiran anggota polisi di lokasi untuk mencegah menyebarnya api ke jalan warga sekitar. Polisi mengarahkan agar warga tidak membakar lahan dan atau tumpukan rumput maupun kayu yang telah dibersihkan,” tegasnya.

Mudana mengimbau warga yang mempunyai lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar baik itu pertanian maupun perkebunan karena dapat menyebabkan banyak kerugian materil, korban nyawa dan gangguan kesehatan akibat asap kebakaran.

Ia menegaskan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginKan menyebabkan ada korban, pelaku pembakar lahan dapat dijerat Pasal 108 UU RI No. 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp 10 miliar.

“Saya mengajak semua masyarakat menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Jangan bakar lahan dan hutan,” pintanya.(man)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

News Feed