Banner-Top
Banner-Top

Pria 23 Tahun di Manggarai Lakukan Aksi tak Terpuji

Ilustrasi bunuh diri.net
Ilustrasi bunuh diri.net

MANGGARAI —Aksi tak patut ditiru dilakukan seorang pria berinisial MS, asal Kampung Coco Sangge, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagaimana tidak, MS mengakhiri nafas hidup yang diberikan Tuhan kepadanya dengan cara gantung diri di pohon mangga, Senin, 26/09/2021.

Peristiwa yang menggemparkan semua orang tersebut dibenarkan oleh Subag Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa.

“Unit Opsnal Satuan Intelkam Polres Manggarai mendapat informasi dari Staf Desa Bangka Kenda Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai bahwa salah satu warganya yang meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon mangga, Senin, 27/09/2021,” jelas Subag Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa kepada wartawan di Ruteng.

Budiarsa menjelaskan, usai mendapat laporan, pihaknya melalui Petugas Fungsi dan Unit Identifikasi Polres Manggarai langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP serta mencari saksi dan barang bukti.

“Sekitar pukul 06.30 WITA orangtua korban, Bernadus Bahar mendengar teriakan warga sekitar dan tidak lama kemudian langsung keluar rumah dan melihat korban MS dalam posisi gantung diri di dahan pohon mangga,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, setelah melihat kejadian tersebut orangtua korban lapor kepada Sekertaris Desa Bangka Kenda dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Unit Opsnal Satuan Intelkam Polres Manggarai.

“Korban gantung diri menggunakan seutas tali nilon yang dikaitkan pada dahan pohon mangga. Pada saat ditemukan korban sudah dalam kondisi  meninggal dunia dengan lidah menjulur keluar dan mengeluarkan air liur dari mulut,” jelas Budiarsa

Menurut Budiarsa, Unit Identifikasi melakukan olah TKP kemudian jenazah korban dibawa ke Puskesmas Bangka Kenda Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai untuk dilakukan pemeriksaan luar tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Kenda, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah dilakukan pemeriksaan luar tubuh korban selanjutnya korban dibawa ke rumah duka,” ungkapnya.

Ia menambahkan setiba di rumah duka, jenazah korban langsung disemayamkan dan rencana pemakamannya masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak keluarga.

“Saat ini pihak keluarga menerima dengan ikhlas kematian korban sebagai musibah serta bersedia membuat surat pernyataan bahwa orangtua dan keluarga tidak akan menuntut dilakukan penyelidikan atau proses hukum terkait kematian korban,” tutupnya.

Budiarsa menjelaskan, tidak diketahui motif di balik aksi nekad MS mengakhiri hidupnyaP. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top