Banner-Top
Banner-Top

Pria ini Pamerkan Karya Seni saat HUT Matim ke 13

Romanus Harun. Foto/Ando.
Romanus Harun. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMPada tangal 23 November 2020 Kabupaten Manggarai Timur merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-13.

Beragam kreasi seni dari pegiat seni mulai dari sanggar seni,  kuliner dan barista dipamerkan di Lobi Kantor Bupati Manggarai Timur.

Satu pemandangan yang sayang untuk dilewatkan berada di pojok Lobi Kantor Bupati Manggarai Timur. Nampak sorang pemuda tengah sibuk merapikan pernak-pernik seni ukir hasil kerajinannya.

Pemuda tersebut bernama Romanus Harun (29), asal Kampung Golo Sorong, Desa Bangka Kempo, Kecamtan Rana Mese, Matim.

Romanus memamerkan beragam jenis barang yang diukirnya seperti gelas hias, kendi hias, piring hias, patung primitif dan ukiran Rumah Adat Manggarai Timur.

Kepada posflores.com, Romanus bercerita tentang awal mula dirinya membuka usaha seni ukir.

“Sebelumnya saya kerja pada satu perusahaan di Bali. Setelah di PHK saya putuskan untuk pulang kampung. Kemudian pada bulan Maret 2020, saya merintis usaha yang saya beri nama Duta Galeri Primitif. Waktu itu saya di PHK karena pendapatan di tempat saya bekerja semakin merosot akibat merebaknya virus corona,” cerita Romanus.

Menurut Romanus, untuk modal usaha awal, dirinya rela menjual sepeda motor kesayangannya.

“Saya jual motor Bison. Setelah itu saya mulai mengumpukan bahan baku yang seperti Kayu Mahoni dan Kayu Nangka,” jelasnya.

Romanus mengaku, setiap karya seninya dibanderol dengan harga yang berbeda tergantung lamanya waktu serta tingkat kerumitan pengerjaannya.

“Gelas hias Rp.100.000, kendi hias Rp.450.000, piring hias Rp.350.000, patung primitif Rp.250.000 dan ukiran rumah adat Rp.350.000. Proses pembuatannya bisa 3 sampai 4 hari karena saya lebih mementingkan kualitas,” paparnya.

Meskipun usaha tersebut sudah berjalan cukup lama, namun belum banyak masyarkat yang berminat dengan hasil karyanya.

“Mungkin pecinta seni di Matim belum terlalu banyak, makanya itu berimbas pada penghasilan saya yang tidak menentu. Kadang dalam seminggu baru 1 karya seni yang terjual,” katanya.

Dia berharap, paradigma masyarakat Matim bisa berubah dari aspek seni. Dengan begitu, karya seninya diminati banyak kalangan dan laris terjual.

“Bagi bapak ibu, ade kaka dan masyarakat Matim pada umumnya yang berminat dengan karya saya, bisa menghubungi nomor Wa 082147510580,” ujar Romanus penuh harap.

Sekadar diketahui, Romanus telah bekerja sebagai pegiat seni ukir hampir 10 tahun. Tentu pengalamannya tidak diragukan lagi. Saat ini Romanus memamerkan hasil keringatnya di Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur di Lehong dalam rangka HUT Matim yang ke 13. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top