Banner-Top
Banner-Top

Proyek Air Minum Bersih di Desa Rana Masak disorot ADPRD Matim

Bak penampung yang tidak terisi air. Foto/Yunt.
Bak penampung yang tidak terisi air. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur, Salesius Medi mengomentari proyek air minum bersih yang dinilai tidak memiliki asas manfaat di Desa Rana Masak, Kecamatan Borong.

Menurut Medi, apa yang disampaikan warga Desa Rana Masak merupakan poin penting yang mesti ditindak lanjut oleh Pemda Matim.

“Saya minta kepada Dinas PUPR Matim agar turun ke lapangan untuk melihat langsung proyek air minum yang sampai saat ini belum dinikmati sama sekali oleh warga Rana Masak. Apa yang dikeluhkan warga merupakan poin penting yang harus ditindak lanjut oleh Pemda Matim,” kata Medi, Selasa, 31 Agustus 2021.

Politisi PDIP itu mengatakan bahwa kebutuhan air bersih bagi masyarakat sangatlah penting. Apalagi saat musim kemerau tiba.

“Krisis air minum bersih di Desa Rana Masak mesti diatasi segera. Tentu kondisi ini sangat memprihatinkan bagi ribuan warga yang hanya mengandalkan air kali,” katanya.

Sebagaimana diberitakan posflores.com edisi 28 Agustus 2021 lalu, seorang warga Desa Rana Masak, Nardi, mengaku tentang keadaan masyarakat di Desa Rana Masak sangat memprihatinkan.

Kondisi yang memprihatinkan tersebut menurut Nardi, di mana setiap hari warga harus ke kali yang jarak tempuhnya cukup jauh guna menimba air untuk kebutuhan rumah tangga.

“Masyarakat sangat kesulitan, karena setiap hari hampir semua warga sibuk mengambil air. Jarak tempuh cukup jauh, belum debit airnya sangat kecil,” kata Nardi.

Menurut Nardi, kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama, apalagi saat musim kemarau.

“Kondisi sudah berlangsung cukup lama. Kadang kami harus membeli air yang biasa dijual keliling dengan harga Rp.5.000,00 per jerigen 50 liter,” papar Nardi.

Sekadar diketahui, di Desa Rana Masak, seharusnya warga tidak kekurangan air bersih jika saja jaringan air bersih yang telah dibangun Pemda Matim berfungsi normal.

Bak penampung dan jaringan pipa telah terpasang sejak tahun 2020, namun hingga saat ini air yang diharapkan teesebut tidak dialiri air sebagaimana mestinya.

Proyek pembangunan air minum bersih tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 senilai Rp.2,7 miliar, dengan kontrak awal kerja mulai 09 September 2020 dan berakhir 18 Desember 2020, dengan nomor kontrak 82.02.06/PPK.CK-DPUPR/IX/2020. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top