Banner-Top
Banner-Top

Rindu Perayaan Ekaristi, Pelajar ini Pergi Berdoa ke Gua Maria

Etwin saat berdoa di Gua Maria Neno Riwu. Foto/Ando.
Etwin saat berdoa di Gua Maria Neno Riwu. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMMinggu, 26 April 2020, tepat pukul 07.00 Wita, Etwinus Nalis (13), pelajar SMPN 12 Kota Komba mengunjungi Gua Maria Neno Riwu, yang terletak di Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Mangarai Timur.

Lokasi Gua Maria Neno Riwu berjarak sekitar lima kilo meter dari rumahnya. Etwin menggunakan sepeda motor butut milik kakeknya saat ke Gua Maria tersebut. Lokasi yang terbilang cukup jauh tidak menyurutkan niatnya untuk berkunjung ke sana setiap hari Minggu. Kepada Posflores.com, pelajar yang akrab di sapa Etwin ini secara gamblang menjelaskan tujuannya ke sana.

“Sudah satu bulan Gereja Katolik tidak menjalankan perayaan Ekaristi. Hal tersebut mengikuti himbauan pemerintah untuk menghindari aktifitas yang mengundang kerumunan masa. Tujuannya benar, agar bersama-sama membantu memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Secara pribadai saya sangat merindukan suasana perayaan Ekaristi di Gereja. Untuk memuaskan rasa rindu tersebut, setiap hari Minggu saya datang ke gua untuk berdoa,” jelas Etwin dengan nada suara yang datar.

Selain merindukan suasana perayaan Ekaristi, ia juga berharap untuk bisa segera berkumpul kembali bersama teman-teman dan bapak ibu guru di Sekolah untuk kembali menjalankan aktifitas belajar mengajar dengan normal.

“Memang sekarang ada kunjungan guru ke rumah-rumah siswa, tetapi jujur saja kak, saya sangat merindukan untuk berkumpul kembali bersama guru-guru dan teman-teman di sekolah. Makanya ketika berkunjung ke Gua Neno Riwu, saya selalu berdoa memohon penyembuhan bumi dari virus corona,” ucap pelajar SMP kelas 2 ini.

Menurutnya, ia lebih menemukan keheningan ketika berdoa di Gua Maria Neno Riwu. Di tempat tersebut dirinya menghabiskan waktu 2 jam untuk berdoa dan menikmati suguhan pemandangan alam sekitar yang masih asri.

“Pemandangan di Gua tersebut masih asli, jauh dari pemukiman warga. Saya menemukan keheningan di sana. Alamnya sangat asri,” ungkap Etwin.

Sementara itu, Lodofikus Jhon (ayah Etwin), ketika ditemui posflores.com di kediamannya mengaku, awalnya sempat berpikir anaknya ini pergi mencari makanan Kambing. Namun setelah mendapat penjelasan dari anaknya, ia merasa sangat bangga dengan sikap dan tindakn anaknya.

“Awalnya saya berpikir anak saya pergi mencari makanan Kambing, karena sebelumnya dia tidak pernah menginformasikan untuk pergi berdoa ke Gua Maria. Saya merasa sangat bangga dengan sikap dan tindakannya karena itu merupakan inisiatifnya sendiri dan tanpa ada paksaan dari kami sebagai orangtua,” cerita Jhon dengan raut wajah yang berseri. [Marselino Ando]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top