Banner-Top
Banner-Top

Rofinus Hibur: Tulisan Dapat Mengungkap Kebenaran Walau Mulut Dibungkam

Sekretaris P dan K Matim, Rofinus Hibur Hijau(tengah). Foto/Tim.
Sekretaris P dan K Matim, Rofinus Hibur Hijau(tengah). Foto/Tim.

Tulisan Dapat Menggungkap Kebenaran Walau Mulut Dibungkam

MANGGARAI TIMUR – Sebanyak 45 orang peserta didik SMPN 5 Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, mengikuti Pelatihan Jurnalistik untuk Anggota Dapur Ilmiah dengan tema ”Menggali dan Mengembangkan Potensi Menulis Siswa Sebagai Implementasi Manggarai Timur Sebagai Kabupaten Literasi” Rabu, 8 September 2021.

Kepala UPTD SLTPN 5 Borong, Karel Kristen Arsima mengatakan pelatihan jurnalistik dilakukan dalam rangka menyambut HUT Sekolah ke-13, pada 9 Sepetember 2021.

Menurut Arsima sebanyak 45 peserta didik yang mengikuti pelatihan itu merupakan anak-anak yang ingin menjadi penulis.

“Demi masa depan mereka dan masa depan Kabupaten Manggarai Timur, kami selenggarakan kegiatan ini. Kami berharap pesert pelatihan kelak menjadi penulis handal,” kata Arsima.

Ia menambahkan, jika Bung Karno mengguncang dunia dengan pidatonya, maka semoga 45 peserta tersebut kelak mengguncang dunia dengan tulisan mereka.

Dijelaskannya, kegiatan pelatihan jurnalistik ini juga merupakan bentuk dukungan SMPN 5 Borong untuk mensuskseskan program Kabupaten Manggarai Timur sebagai Kabupaten Literasi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas P dan K Manggarai Timur, Rofinus Hibur Hijau, menyampaikan kebanggannya. Ia menegaskan Bupati dan Wabup serta Kadis PPO Manggarai Timur menyampaikan terimakasih kepada civitas akademika SMPN 5 Borong yang memiliki gagasan luar biasa mengadakan pelatihan jurnalistik untuk peserta didik.

“Ini sebuah terobosan baru, mendukung Kabupaten Matim sebagai Kabupaten Literasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, untuk menjadi penulis, maka harus berani, banyak belajar dan membaca. Jika mulut dibungkam, maka tulisan akan mengungkap kebenaran demi kepentingan umum, tegasnya.

“Menulis sangat penting, karena ketika menghasikan tulisan auramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari dan tidak hilang dari sejarah. Akan dikenang sepanjang masa. Belajarlah dengan sungguh, karena hasil tidak akan menghianati proses,” tambahnya.

Sementara itu, Kanis Linas Bana, Jurnalis di Manggarai Timur yang mendampingi peserta pelatihan jurnalistik mengatakan, untuk menjadi penulis mulailah dari diri sendiri. Mulai dari apa yang dimiliki.

Pemred Floresmerdeka.com itu menegaskan, pelatihan ini harus berakhir dengan menghasilkan satu majalah. Peserta akan didampingi jurnalis yang kompeten dibidangnya.

“Para peserta akan dibimbing sesuai potensi mereka. Api potensi mereka harus menayala membara, menghanguskan keragusan dan rasa kurang percaya diri, sehingga para peserta bisa potensi yang mereka miliki,” ujarnya.

Pria yang telah menulis 10 buku itu menambahkan, peserta harus dibimbing sampai bisa menulis.

Menurutnya, para peserta adalah dapur ilmiah yang bisa menghasilkan sejuta ide dan gagasan. Karena itu mereka harus dibimbing sampai bisa menghasilkan satu tulisan.

“Peserta pelatihan merupakan siswa-siswi SMP. Pola pendekatan dan pendampingan harus ersifat kontinyuitas. Tidak bisa hanya teori belaka. Tapi pelatihan ini harus sampai tuntas, yaitu, mereka bisa menulis,” jelas mantan jurnalis Pos Kupang tersebut. (Serani).

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top