Sel. Jan 21st, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Rumah Literasi Indonesia Sulawesi Selatan Gelar Dialog Terbuka

2 min read

Dialog terbuka rumah literasi Indonesia Sulsel. Foto/YR.

Oleh: Valery Isno

 

MAKASSAR, POSFLORES.COM—Konsep Pertanian Indonesia merupakan sektor yang harus dijadikan sentrum atensi pemerintah saat ini, lebih khusus pada pemberdayaan pertanian (BERDAYA PETANI). Hal ini merupakan point vital hasil diskusi publik Rumah Literasi Indonesia (RLI) Sulawesi Selatan, Rabu (08/01/2020).

Diskusi yang dipandu oleh Yoris Ratu Subah, menghasilkan beberapa point penting. Garis besarnya nampak dalam pemaparan pemateri dan juga ide brilian dari audiens.

Gagasan para audiens yang berpartisipasi, Pertanian dan petani dipandang sebagai jantung pertahanan pangan dan ekonomi dunia. Oleh sebab itu, pertanian dan petani seyogoyanya dirawat dan juga diberdaya untuk kemajuan ekonomi, pangan Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, tiga pemateri setidaknya memberikan gambaran problem, sekaligus rekomendasi solutif dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian indonesia. dan dalam kerangka konsep, hal ini bisa membantu membawa petani dan pertanian ke panggung sejahtera.

Tarsisius Derson Wesa, sebagai salah satu pemateri memaparkan problem pertanian Indonesia yaitu prihal kontribusi serius pemerintah terhadap perkembangan produktivitas hasil pertanian. Ialah permisalan menjadi salah satu kendala substansif sehingga pertanian dan petani berada dalam skala stagnan.

Pemerintah seyogyanya memberikan modal kepada petani untuk proses pertanian indonesia. Pemerintah lahirkan kebijakan yang bisa mendongkrak proses produktif bagi petani,” ujar Tarsisius kepada posflores.com melalui pesan whatsapp.

Pemateri lainnya, Charles Abar, juga menyoroti perihal pendampingan efektif dari pemerintah. Dia memaparkan bahwa, ketika petani diberdaya dan didampingi secara serius maka petani akan lahirkan embrio pertanian dalam jumlah besar.

Pemerintah melalui kebijakan bukan hanya sebagai penyalur modal. Tetapi lebih urgen adalah bagaimana keseriusan pemerintah dalam mendampingi petani,“ ujar Abar.

Ferdinando Saferi, pemateri lainya juga menekankan, kebijakan pemerintah dalam menyiapkan pangsa pasar bagi petani. Petani tidak seharusnya merasa rugi dalam pemasaran hasil pertanian. Oleh sebab itu, regulasi khusus harus disiapkan oleh pemerintah dalam mendukung aktivitas pertanian dan petani indonesia.

Regulasi yang pro rakyat akan melahirkan keselarasan antara produktivitas pertanian dengan proses pemasaran yaitu prihal pangsa pasar. Petani diberdaya dan dilindungi dalam aktivitas pengharapan sampai pada pemasaran,” tandas Saferi.(*)

Facebook Comments