Banner-Top
Banner-Top

Rumah Warga Nyaris Ambruk, BPBD Manggarai Dinilai tidak Profesional

Rumah Petrus nyaris roboh. Foto/Tim.
Rumah Petrus nyaris roboh. Foto/Tim.

MANGGARAI, POSFLORES.COM Rumah milik Petrus Wagut (70), Warga Dusun Laru, Kecamatan Rahong Utara yang nyaris roboh akibat diguyur hujan deras beberapa bulan lalu hingga saat ini belum mendapat perhatian dari Pemda Manggarai melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).

Hal itu dikatakan Stefanus Jemali, putra Petrus Wagut. Stefanus mendesak Pemda dan DPRD Manggarai agar memperhatikan kondisi tersebut.

“Saya mendesak Pemda dan DPRD Manggarai terutama Dapil Rahong Utara-Wae Ri’i, untuk segera memantau kinerja BPBD Manggarai agar bekerja secara profesional dan melihat secara riil kondisi bencana longsor milik orangtua saya,” ujar Stefanus Jemali, putra dari Petrus Wagut kepada wartawan, Rabu, 26 Mei 2021.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Libert Habut berjanji akan memberikan bantuan berupa semen untuk perbaikan rumah tersebut. Sementara material lokal seperti batu, pasir dan lainnya menurut dia, tidak disalurkan.

“Sedang dalam proses untuk pendropingan bahan non lokal berupa semen, terkait jumlahnya akan cek lagi,” kata Libert saat dikonfirmasi, Rabu malam.

Menurut Libert, bantuan yang hanya semen tersebut sesuai dengan hasil kajian tim teknis BPBD Manggarai sebelumnya.

Menanggapi pertanggungjawaban Kepala BPBD tersebut, Stefanus Jemali pun geram. Stefanus lantas menolak bantuan yang akan disalurkan tersebut.

Stefanus beralasan bencana longsor di rumah milik orangtuanya itu berada di pinggir ruas jalan Pau-Muwur, di mana tebingnya ambruk. Jalan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Manggarai.

“Saya menolak keras dengan tidak menerima bantuan berupa semen saja terhadap longsoran di rumah milik orangtua saya itu. Karena saya menilai tebing yang longsor itu berada dipinggir jalan milik Pemerintah Kabupaten Manggarai. Tidak bisa orangtua saya yang buat TPT (Tembok Penahan Tanah) di ruas jalan Pau-Muwur yang menjadi ruas utama dari dan menuju Ruteng,” papar Stefanus.

Ia menambahkan, tebing sepanjang 15-20 meter dengan ketinggian 5-7 meter di samping rumah orangtuanya itu tidak disertai dengan pembangunan TPT. Menurutnya, pada tebing tersebut juga tidak dibangun beronjong oleh pemerintah (masa kepemimpinan Christian Rotok.

“Atas dasar itu sangat tidak mungkin BPBD memberikan bantuan berupa semen saja, karena jalan itu milik Pemkab Manggarai,” tegas Stefanus.

Ia pun menilai kajian tim teknis BPBD Manggarai sebelum menurunkan bantuan sangatlah keliru. Sebab itu, pihaknya meminta agar longsor di samping rumah orangtuanya harus dibuatkan TPT atau beronjong.

“Saya meminta Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit dan Heribertus Ngabut, untuk meninjau ulang hasil kajian tim teknis BPBD Manggarai,” pinta Stefanus.

Tidak hanya kepada Bupati dan Wakilnya, ia juga mendesak seluruh anggota DPRD Dapil Rahong Utara-Wae Ri’i untuk meninjau secara langsung lokasi longsor tersebut. Hal itu agar mereka punya bekal dalam mengontrol kinerja BPBD Manggarai.

“Jika BPBD Manggarai tidak sanggup membantu dengan memakai dana tanggap darurat, maka Dinas PUPR harus segera membuat perencanaan membuat TPT atau beronjong di lokasi longsoran. Sebab jika terlambat, maka nasib orangtua saya terancam,” ujar Stefanus.

Bahkan, Stefanus mengancam jika Pemkab dan DPRD Manggarai tidak merespons keluhan tersebut, maka pihaknya akan memblokir ruas jalan Pau-Muwur dalam waktu dekat.

Sebab menurutnya, Pemkab dan DPRD punya andil besar dalam membawa bencana yang lebih serius lagi bagi orangtuanya. (Tim)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top