Jum. Feb 28th, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Sawah milik Warga di Kota Komba Terancam Longsor akibat Proyek Jalan

2 min read

Sawah milik warga di Kota Komba terancam ambruk. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM–Proyek jalan lapisan penetrasi (lapen) yang dikerjakan oleh CV. Budi Bakti, di Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, menjadi buah bibir warga setempat. Pasalnya, proyek tersebut tanpa tembok penahan dan diduga tidak adanya kajian mengenai analisis dampak lingkungan (amdal).

Posflores.com kemudian menelusuri lokasi proyek pada Rabu (29/1/2020). Terpantau kondisi lapen memang  bergelombang, sehingga warga yang melintas memang harus ekstra hati-hati.

Selain itu, salah satu lokasi, yakni persawahan milik warga Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, terdapat galian got tanpa tembok penahan di pinggir jalan lapen. Hal ini membuat tanah mudah longsor akibat derasnya hujan yang mengguyur daerah itu baru-baru ini.

Mereka hanya gali pak, tapi tidak buat tembok penahan. Persawahan ini terancam longsor kalau nanti hujan lebat. Kondisi saat ini sudah mulai terkikis separuhnya,” ungkap warga yang namanya tidak ingin dimediakan.

Dirinya sangat menyayangkan pengawasan dari dinas terkait, yakni dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang kurang optimal dan tidak pro masyarakat.

Terkait proyek ini, setahu kami kali lalu pernah dimuat di media massa. Namun tidak ada tanggapan dari pihak pengawas,” jelasnya.

Dirinya berharap agar saat masa pemeliharaan oleh CV. Budi Bakti, segera membuat tembok penahan di pinggir sawahnya yang rawan longsor itu.

Dihubungi terpisah, direktur CV. Budi Bakti, Gregorius Tabur mengatakan bahwa, pihak DPRD sudah turun meninjau proyek lapen yang dikerjakannya itu.

Baru-baru ini pak ketua DPRD Yeremias Dupa, pak Luko Modo, dan Pak Venti Rodja, lewat di situ. Kebetulan mereka pulang dari Nangarawa. Itu jalan kan sudah PHO dan saat ini masa pemeliharaan sampai bulan Desember 2020,” tandas Goris Sapaan akrab Gregorius Tabur

Terkait area persawahan milik warga yang tanpa tembok penahan, Goris mengarahkan posflores.com untuk melakukan konfirmasi dengan pihak PUPR.

Coba ade konfirmasi dengan dinas terkait, karena itu nanti anggaran baru lagi. Kami kan sudah kerja sesuai rab dan gambar,” jelas Tabur.

Informasi yang dihimpun Posflores.com dari salah satu pekerja proyek mengatakan bahwa, pagu dana untuk proyek dengan volume pengerjaan adalah 1.700 meter itu sebesar Rp. 1.437.372.000,00.(*)

Facebook Comments