Ming. Feb 23rd, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Sejumlah 1.942 Orang Guru BOSDA dan THL Lolos Seleksi Tamsil Di Manggarai Timur

2 min read

Kepala Dinas P dan K Matim, Basilius Teto. Foto/ Yon Sahaja.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COM–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur menghilangakn sebutan guru BOSDA (Bantuan Operasiaonal Sekolah Daerah) dengan Guru THL (Tenaga Harian Lepas), keduanya diganti dengan sebutan guru Tamsil (Tambahan Penghasilan).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto, kepada Posflores.com (22/11) mengatakan tentang nomenklatur guru BOSDA dan THL di Matim dihilangkan atau dihapus.

Sebutan untuk guru non PNS akan diganti dengan sebutan guru penerima tambahan penghasilan (Tamsil).Terkait proses pembayaran Tamsil bagi guru non PNS di Matim telah dilakukan sejak tanggal 2 November 2019. Dana tersebut berasal dari kas daerah lalu ke Bank. Saat ini sedang proses untuk transfer ke rekening guru penerima,” kata Teto.

Menurut kadis Teto, jumlah guru penerima Tamsil di Matim saat ini berjumlah 1.942 orang. Jumlah ini merupakan guru yang lolos pada saat tes bulan Mei.

Para guru yang lolos pada bulan Mei kemarin, berjumlah 1.942 orang. Yang lolos ini adalah guru-guru eks penerima BOSDA dan THL yang jumlahnya mencapai 3.155 orang. Jadi, guru yang belum diakomodir sebanyak 1.213 orang. Mereka yang tidak lolos tetap menjadi guru yang dibiayai sekolah tempat mereka mengabdi. Yaitu dari dana Komite dan dana BOS,” jelas Basilius.

Kata Basilius, proses seleksi hanya menerima sejumlah 1.942 orang guru untuk penerima Tamsil.

Proses seleksi hanya menerima 1.942 orang guru penerima Tamsil. Itu karena menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Teto.

Menurut Basilius, guru penerima Tamsil akan menerima Tamsil sebesar RP 500.000 per guru. Dengan sumber dana dari anggaran perubahan APBD tahun 2019.

Para guru penerima Tamsil akan menerima Tamsi sebesar RP 500.000 per guru. Sumber dananya dari anggaran perubahan APBD Manggarai Timur tahun 2019,” ucap Basilius.

Kadis Teto menambahkan, tahun depan melalui APBD 2020, Pemda bersama DPRD akan menambah alokasi anggaran untuk guru penerima Tamsil.

Tahun depan, melalui APBD 2020, Pemda bersama DPRD akan menambah besaran alokasi anggaran untuk penerima Tamsil. Dinas akan menambah kuota penerima Tamsil sebanyak 241 orang sesuai analisis kebutuhan, sehingga yang tadinya berjumlah 1.942 orang menjadi 2.183 orang,” jelas Teto.

Saat ini, pihak Dinas P dan K Manggarai Timur telah mengajukan alokasi anggaran ke DPRD untuk dibahas bersama. Akan ada selesksi lagi untuk tahun depan dari guru-guru yang tidak lolos bulan Mei kali  lalu, untuk kebutuhan 241 guru penerima Tamsil baik dari SD, SMP Negeri maupun Swasta.

Menurut Basilius, proses tes dijamin bersih, karena para guru yang tes nanti langsung bisa melihat nilai tes. Soal-soal pun disusun pihak ketiga di Ruteng. Terkait insentif guru, dinas P dan K Manggarai Timur akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.