Sekda Matim: Mari Kita Cegah Bunuh Diri dengan 3 M

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Bony Hasudungan Siregar. Foto:Ist.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.com–Dalam satu tahun terakhir di Manggarai Timur ada beberapa kasus kematian karena bunuh diri.

Untuk mencegah kasus tersebut, pemerintah kabupaten Manggarai Timur, melalui Sekda Manggarai Timur, Bony Hasudungan mengajak semua pihak sesuai dengan kapasitasnya masing-masing bisa saling bahu membahu mengambil bagian dalam upaya pencegahan bunuh diri.

“Kita dapat turut andil dalam upaya mencegah bunuh diri dengan melakukan 3 M : Melihat, Mendengar dan Menyambungkan.

Melihat: yaitu dengan Perduli dengan orang-orang yang ada dilingkungan terdekat kita. Melihat adanya perubahan sikap dari orang orang tersebut. Biasanya pelaku bunuh diri diawali dari depresi dengan tanda-tanda lebih menutup diri dari kebiasaan sebelumnya.

Mendengar: Perduli dan berempati terhadap masalah yang dihadapi oleh orang orang sekitar kita baik dirumah, disekolah, dikantor atau dimana saja. Biasanya pelaku bunuh diri dapat ditandai dari pembicaraannya yaitu merasa sedih berlebihan, putus asa, kehilangan harapan, gampang tersinggung, menyalahkan diri sendiri dan bicara tentang kematian. Kita bisa membantunya dengan mau mendengar isi hatinya alias tempat curhatnya.

Menyambungkan: selanjutnya kita berusaha menghubungkan mereka dengan lembaga pelayanan yang diharapkan bisa memberi penguatan pada mereka seperti tokoh agama atau lembaga sosial lainnya yang bergerak dibidang itu. Untuk memberikan pendampingan dan penguatan,” kata Bony.

Untuk wilayah Manggarai Timur, Bony mengajak beberapa lembaga seperti lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dan lembaga sosial agar bisa menyediakan layanan konseling baik langsung maupun melalui telepon serta melakukan pendampingan langsung.

“Saya mengajak lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dan lembaga sosial agar bisa menyediakan layanan konseling baik langsung maupun melalui telepon serta melakukan pendampingan langsung. Dan saya menghimbau kepada masyarakat jika melihat ada kasus bunuh diri tidak ikut memviralkan dengan menyebarkan di media sosial, baik itu video, gambar atau cerita atas peristiwa bunuh diri yang didengar atau dilihatnya. Karena bisa menjadi referensi bagi orang yang sedang mempunyai masalah berat atau sedang depresi untuk melakukan tindakan bunuh diri,” jelas Sekda Bony kepada wartawan, Jumat, 19 Juli 2019.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.