Banner-Top
Banner-Top

Sekretaris Dispardbud Matim: Kebudayaan merupakan Unsur Pembeda Antara Daerah

Disparbud Matim saat gelar sosialisasi AKI. Foto/Relys.
Disparbud Matim saat gelar sosialisasi AKI. Foto/Relys.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Albertus Rangkak mengatakan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai spirit pembangunan.

Sebab menurut Rangkak, kebudayaan merupakan unsur pembeda satu daerah dengan daerah lainnya. Hal itu dikatakan Rangkak saat sosialisasi AKI (Anugrah Kebudayaan Indonesia) di Cafe 33, Kelurahan Satar Peot, Sabtu, 3 Juli 2021.

“Sekarang ini kebudayaan hanya sebatas wacana menjadi muatan lokal tetapi tidak dilaksanakan. Atap rumah – rumah gendang diubah pakai zink, bukan lagi menggunakan ijuk sebagai ciri khas. Hal ini menunjukan ada vandalisme kebudayaan,” kata Albertus.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan, Frans Bukardi mengatakan saat ini ada event Anugerah Kebudayaan Indonesia sebagai bentuk penghargaan bagi para penggiat budaya di Matim.

Bukardi berharap, para pegiat Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur memanfaatkan event ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan diri di tingkat nasional.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong para pegiat kebudayaan daerah ini untuk berpartisipasi atau mengambil bagian dalam kegiatan AKI,” ucap Bukardi.

Setelah sosialisasi AKI, pihak Disparbud Matim gelar diskusi terbuka. Hadir pada diskusi  terbuka tersebut para pelaku seni serta pegiat budaya di Kabupaten Manggarai Timur.

Diskusi tersebut menghasilkan beberapa poin penting, di antaranya;

1. Materi kebudayaan harus menjadi mulok pada jenjang pendidikan baik formal maupun non formal
2. Perlu partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan sebagaimana tagline kebudayaan itu sendiri yaitu gotong royong membangun kebudayaan
3. Pendukung kebudayaan jangan menjadi vandalisme kebudayaan sebaliknya perlu menghargai kebudayaan
4. Biarkan kebudayaan tumbuh dan berkembang sesuai dengan aslinya dan dalam kaitan dengan pariwisata biarkan kebudayaan hidup bukan karena ada pariwisata melainkan pariwisata berkembang karena ada kebudayaan.

AKI sendiri merupakan pengakuan eksistensi para pegiat kebudayaan sekaligus mengapresiasi hasil karya, dedikasi, dan komitmen kuat terhadap upaya-upaya pelestarian kebudayaan daerahnya masing-masing. (Relys)

 

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top