Banner-Top
Banner-Top

Sekwan DPRD Manggarai: Tidak Ada Bantuan Hukum Untuk Tersangka YD

Tersangka YD. Foto/Ist.
Tersangka YD. Foto/Ist.

Oleh: Valery Isno

 

RUTENG, POSFLORES.COM— Bendahara Sekretariat Dewan Kabupaten Manggarai, YD, ditahan oleh pihak Kepolisian Manggarai, karena diduga telah melakukan aksi penipuan bermodus pinjaman sejumlah uang, Kamis 05/12/2019 lalu.

Kasi pidum Kejaksaan Negeri Manggarai, I Dewa Semara Putra, kepada awak media di ruang kerjanya membenarkan kabar tersebut, Rabu 11/12/2019.

“Ya, benar YD sudah ditahan terkait dugaan penipuan. Tadi pak sekwan ke sini untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut, saya bilang, ya memang benar YD ditahan di Polres Manggarai,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa YD akan disidangkan bulan Januari 2020 mendatang.

Belum diketahui pasti nanti tanggal berapa disidangkan, intinya bulan Januari tahun depan, nanti silahkan dikonfirmasi,” ungkapnya.

Terkait motif kasus yang menimpa YD, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut tergolong dalam ranah penipuan sesuai dengan pasal 378 KUHP.

Untuk diketahui, YD adalah seorang Bendahara Sekretaris Dewan Kabupaten Manggarai yang diduga telah dilaporkan oleh EH, terkait dugaan penipuan peminjaman sejumlah uang sebesar Rp.120.000.000 sejak tanggal 8 maret 2017 lalu.

Pelapor (EH) mengaku bahwa YD meminjam uang tersebut atas permintaan Sekretaris Dewan untuk membiayai perjalanan dinas sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai, dengan alasan bahwa saat itu anggaran DPRD Kabupaten Manggarai belum dicairkan. Namun, hingga saat ini uang pinjaman tersebut tak kunjung dikembalikan sehingga EH melaporkan hal tersebut kepada Polres Manggarai.

Sementara itu, Sekertaris Dewan Kabupaten Manggarai, Hendrik Amal, mengatakan kasus tersebut merupakan urusan pribadi tersangka.

Itu urusan piutang pribadi dia (tersangka YD),” kata Hendrik kepada  Posflores.com, Rabu (11/12/2019) malam.

Hendrik juga memastikan tidak ada bantuan hukum bagi stafnya itu, sebab kasus tersebut merupakan bukan urusan negara.

Tidak ada bantuan hukum dari negara,” tutup Hendrik.(*)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top