Banner-Top
Banner-Top

Seorang Anggota DPRD Manggarai Adu Mulut dengan Petugas RSUD Ben Mboy Ruteng

RSUD Ben Mboy Ruteng. Foto/Event Mardivanto/YPF.
RSUD Ben Mboy Ruteng. Foto/Event Mardivanto/YPF.

Oleh: Valery Isno

 

"Dia bukannya minta maaf, malah melontarkan kata makian," tandas Paulus kepada Posflores.com, Senin ( 6/1/2020 ).

Anggota DPRD Dapil V itu mengatakan bahwa, dulu sempat disampaikan dalam rapat paripurna soal lahan parkir Rumah Sakit Ben Mboy Ruteng, tetapi pihak eksekutif tidak merespon.

"Tentang lahan parkir di rumah sakit, dulu Bupati Manggarai, Deno Kamelus, mengatakan akan menutupi ruas jalan dari Kampung Nekang, untuk dijadikan lahan parkir Rumah Sakit, dan saya tidak setuju, karena itu merupakan jalan alternatif untuk menunjang kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Jemarus juga menambahkan bahwa bidang kesehatan merupakan bagian dari tugas dia di komisi DPRD Manggarai bagian kesehatan.

"Jadi tugas pengawasan saya tentu pada ruangnya untuk memberi aspirasi terkait pelayanan di Rumah Sakit. Rumah sakit umum sekelas Ben Mboy Ruteng harus siapkan lahan parkir untuk kendaran dan sangat disayangkan jika ada orang yang kecelakaan di depan rumah sakit karena padatnya kendaraan yang parkir di badan jalan. Saya juga mengecam pihak rumah sakit yang memerintah pasien BPJS untuk membeli obat di Apotek luar. Ini sangat melanggar aturan konstitusi,” kata Jemarus.

Sementara itu direktur Rumah Sakit Ben Mboy Ruteng, dr. Imakulata V. Djelulut, M. Kes, kepada Posflores.com mengatakan bahwa, soal lahan parkir tentu pihaknya harus berkoordinasi dengan pihak dinas perhubungan.

Kami tidak bisa menjawab harus di mana lahan parkir itu disediakan. Soal Pasien BPJS yang disuruh membeli obat di Apotek luar itu, saya belum tahu, karena saya baru satu hari jabat sebagai direktur Rmah Sakit Ben Mboy Ruteng. Kalalu memang benar ada kejadian seperti itu, saya tentu mengambil sikap tegas atas peristiwa tersebut,” ujar Imakulata.(*)

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top