Banner-Top
Banner-Top

Seorang Kades di Manggarai Timur dituding Buat Laporan Fiktif

Lokasi yang akan dibangun kantor desa namun tidak terealisasi. Foto/Nardi Jaya.
Lokasi yang akan dibangun kantor desa namun tidak terealisasi. Foto/Nardi Jaya.

BORONG, POSFLORES.COMLaporan pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur, diduga fiktif serta sistem pembangunannya tidak transparan.

Salah satu warga Desa Rengkam, yang namanya enggan dimediakan mengaku, seluruh proyek di desanya tersebut tidak pernah dipasang papan informasi proyek (papan tender) sejak tahun 2015. Selain itu, banyak laporan item proyek yang diduga fiktif tidak sesuai bukti fisik di lapangan.

Pokoknya semua pekerjaan desa yang dikerjakan sejak tahun 2015 silam, semuanya tanpa papan informasi proyek alias papan tender. Selain itu banyak item proyek yang tidak dikerjakan, sementara dalam spj dilaporan tuntas,” akunya.

 

Laporan Proyek yang Diduga Fiktif

Berikut daftar laporan proyek yang dinilai fiktif;

1. Pekerjaan pembangunan tembok penahan tanah (tpt) kembang Ros sampe Wae Dimpung yang menghabiskan anggaran 107.483.814 yang terlihat putus-putus, dan dilaporkan tuntas seratus persen.

2. Pekerjaan pembangunan pelebaran jalan golo kembang–Ros sampai Wae Emas sepanjang 30 meter dengan anggaran 2.177.317 yang bukti fisiknya tidak ada.

3. Pekerjaan pembangunan jalan Bea Purang sampai Natas Terong dengan anggaran 8.541.278 yang dalam realisasi material ada, tapi tidak dikerjakan.

4. Pekerjaan pembangunan deker plat jalan Bea purang sampai Natas Terong dengan anggaran 5.242.446 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan.

5. Pekerjaan pembangunan tpt bea purang sampai Natas Terong dengan anggaran 15.117.195 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan. (RAB 2019)

6. Rehabilitasi peningkatan prasarana jalan Desa (gorong-gorong, selokan prasarana jalan lain) dengan anggaran 502.589.857 yang realisasinya tidak ada.

7. Pembangunan Rutilahu dengan anggaran 120.000.000 yang realisasinya tidak ada.

8. Pemeliharaan sumber air bersih milik desa (mata air, penampung air, sumur bor, dll) dengan anggaran 9.600.000 yang realisasinya tidak ada.

Semua item proyek fisik itu tertuang dalam lampiran peraturan Kepala Desa Rengkam Nomor 1 tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang laporannya terlaksana seratus persen namun pelaksanaanya tidak ada, itupun belum termasuk tahun 2018 dan tahun sebelumnya,” ucap warga tersebut.

 

Tidak Memiliki Kantor Desa

Menurut warga tersebut, bukan hanya laporan fiktif saja yang tidak beres, namun juga sejak terpilihnya Kepala Desa di tahun 2015 silam, Desa Rengkam tidak memiliki Kantor Desa tetap. Terlihat material bertumpukan di tempat yang konon akan dibangun kantor desa. Tidak ada papan nama (kantor desa dan BPD) dan tiang bendera, seperti desa lain, apalagi aparatur yang bertugas. Situasi nampak sepih ketika posflores.com berkunjung ke lokasi tersebut.

Dari tahun 2015, Kantor Desa kami belum dibangun pak. Seluruh aktifitas pelayanan dilakukan di rumah pribadi, termasuk tamu dari camat dan kabupaten juga dilayani di rumah pribadi,” kata warga itu.

Posflores.com  mencoba menghubungi Kepala Desa Rengkam, Fransiskus Yunsun, namun nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

 

Tanggapan Kadis PMD

Menanggapi pengaduan warga, Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat dan Desa Kabupaten Manggarai Timur, Yoseph Durahi, kepada posflores.com mengatakan bahwa, dirinya berterimakasih kepada wartawan karena telah memberikan informasi tersebut.

Terimakasih adik. Ini menjadi bahan untuk bisa kita panggil kadesnya, dan selanjutnya untuk kami uji petik di lapangan,” kata Yoseph. [Nardi Jaya]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top