Banner-Top
Banner-Top

Siaga Corona, Pemda Matim jemput 30 Penumpang Kapal Ferry di Labuan Bajo

Sekda Boni saat menggunakan perlengkapan sanitasi mobil penjemput. Foto/Patris.
Sekda Boni saat menggunakan perlengkapan sanitasi mobil penjemput. Foto/Patris.

BORONG, POSFLORES.COMPemerintah Kabupaten Manggarai Timur tidak tinggal diam dalam menghadapi wabah Covid-19. Keseriusan Pemda terpantau ketika menjemput 30 orang penumpang asal Kabupaten Manggarai Timur, yang berangkat dari Pelabuhan Sape dan akan berlabuh di Dermaga Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis, 16 April 2020.

Informasi yang didapat sebelumnya, 122 orang Penumpang yang tiba, berasal dari sejumlah daerah di daratan Flores. Di antaranya, 30 orang asal Kabupaten Manggarai Timur, 31 orang dari Kabupaten Manggarai Barat, 36 orang dari Kabupaten Manggarai. Dan 25 orang berasal dari Kabupaten Ende.

Pemda Manggarai Timur dengan sigap dan tidak ingin mengambil resiko, mengirimkan dua bus angkutan umum untuk menjemput penumpang asal kabupaten Manggarai Timur tersebut.

Pemda Matim melalui Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Boni Hasudungan, menjelaskan langkah yang ditempuh menjadi pilihan yang paling logis untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur.

“Bus yang kita kirimkan, untuk memastikan
saudara saudara kita ini, bisa melakukan perjalanan sesuai dengan protokol kesehatan, hingga diperiksa kesehatannya oleh tim dari Dinas Kesehatan kita,” jelas Boni.

Menurut Boni, angkutan umum yang digunakan adalah bus Selebritas ( EB 7588 P dan EB 8141 P) yang diawaki Makarius Sarong dan Sebastianus Sabur. Bus tersebut dipilih karena memiliki perlengkapan sanitasi yang diwajibkan Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Timur. Dengan mempertimbangkan jarak aman, setiap bus hanya akan ditumpangi 15 orang. Rencananya, 30 orang penumpang asal Matim tersebut langsung dikarantina di Shelter (penampungan) di RSUD borong.

“Untuk melindungi awak kendaraan dan memastikan para penumpang tidak menumpangi kendaraan lain, awak kendaraan telah kita lengkapi dengan surat tugas dari Dinas Perhubungan. Kita juga sudah membangun komunikasi dengan petugas di Kabupaten Manggarai Barat,” kata Boni.

Menurut Boni, mobilitas sosial menjadi faktor terbesar penyebaran Covid-19. Mengawal secara langsung perjalanan para penyintas yang baru tiba, menjadi cara menekan potensi ancaman penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur. [YS]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top