Ming. Feb 23rd, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

SMA Negeri 1 Borong Selenggarakan Seminar Ilmiah

5 min read

SMA Negeri Satu Borong Selenggarakan Seminar Ilmiah. Foto/Ino Sengkang.

Oleh: Ino Sengkang

 

BORONG, POSFLORES.COM-Fenomena tentang pendidikan abad milenial ini masih menjadi primadona untuk
diperbincangkan. Salah satu masalah actual dan factual di Indonesia adalah rendahnya mutu
pendidikan. Hal itu tercermin dari rendahnya minat belajar siswa yang dapat berdampak pada
prestasi akademik maupun nonakademik pada lembaga pendidikan. Ada beragam isu, diskusi
hingga perspektif berbeda-beda bergentayangan di media eletronik dan cetak serta online.

Berbagai penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia dikarenakan kurikulum yang
kurang tepat, rendahnya kualitas sumber daya pengajar, minimnya sarana dan prasarana serta
proses pembelajaran yang kurang kreatif dan inovatif sesuai tuntutan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, agar menciptakan sumber daya manusia unggul  untuk Indonesia maju maka yang perlu dikembangkan adalah proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif di setiap sekolah baik dari SD hingga SMA/K.

Demi menciptakan sumber daya manusia unggul untuk Indonesia maju maka Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Borong menyelenggarakan seminar ilmiah dengan tema “Dinamika Indonesia dan Kontemplasi Generasi Putih Abu”.

Seminar tersebut diprakarsai oleh
siswa-siswi yang tergabung dalam wadah OSIS. Ratusan siswa-siswi perwakilan dari SMA/K dan SMP se-kecamatan Ranamese.

Turut hadir dalam kegiatan ilmiah, Lukas Sumba S.Fil kordinator pengawas SMA/K kabupaten Manggarai Timur, para kepala Sekolah dan Ino Sengkang
Formator Media Pendidikan Cakrawala NTT wilayah VII Manggarai Raya.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 30 Agustus 2019 di halaman SMA Negeri 1 Borong desa Sita, Kecamatan Ranamese Kabupaten Manggarai Timur NTT.

Seminar ilmiah OSIS SMAN 1 Borong mendapat apresiasi dan dukungan dari pihak
pemerintah. Pihak pemerintah menyatakan dukungan penuh kepada siswa yang telah
mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Salah satunya dukungan dari
Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam hal ini yang diwakilkan oleh Lukas Sumba S.Fil. Selaku Kordinator Pengawas SMA/K Kabupaten Manggarai Timur memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru-guru dan pegawai dan secara khusus kepada OSIS SMA Negeri 1 Borong yang boleh menunjukkan kompetensinya.

“Hari ini merupakan hari yang menggembirakan, kita akan menyaksikan OSIS SMA Negeri 1 Borong akan membawakan seminar dengan tema dinamika Indonesia dan kontemplasi putih
abu. Pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih atas inisiatif OSIS, kebersamaan
bapak kepala sekolah, para dewan guru pendamping dan OSIS SMAN 1 Borong. Ini baru kali yang kedua bagi saya selaku Korwas, mengikuti dan membuka kegiatan yang berkaitan dengan seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh OSIS. Yang pertama kegiatan seminar yang
diselenggarakan oleh OSIS seminari Pius XII Kisol dan yang kedua di SMAN 1 Borong dan
mungkin di NTT, mari kita perlu memberi apresiasi,” ungkap Korwas Lukas.

Ia juga menegaskan sebagai persyaratan agar ujian kenaikan kelas dan sebelum ujian Nasional setiap siswa wajib membuat karya tulis ilmiah. Setiap siswa-siswi wajib mengembangkan diri
untuk menulis karya tulis ilmiah. Selain dikumpulkan tulisan-tulisan ilmiah dapat di tempel pada majalah dinding sekolah. Majalah dinding merupakan wadah yang tepat dan pas bagi siswa untuk publikasikan tulisan. Selain siswa, korwas SMA/K kabupaten Manggarai Timur mengajak guru-guru untuk membuat majalah dinding guru.

“saya bangga ketika masuk di sini melihat majalah dinding siswa yang penuh dengan tulisan. Tulisan-tuliasn mereka sangat bagus. Terimakasih karena Literasi di SMA 1 Negeri Borong sudah berjalan bagus setelah mendapat pendampingan bimtek literasi dari Media Pendidikan
Cakrawala NTT. “if you don’t change you haved dead” jika kamu tidak berubah maka kamu
akan mati. Hari ini sudah memulai. Namun, saya belum melihat ada majalah dinding guru yang terpajang. Setelah ini harus ada mading guru, jangan melihat itu sebagai hal yang kecil dan sepele,” tegas Lukas Sumba.

Gerakan literasi merupakan gerakan nasional, juga menjadi misi dari Gubernur NTT Viktor
Laiskodat menuju NTT bangkit, NTT jaya. Gerakan literasi menjadi gerakan tetap. Berkaitan dengan membaca itu perlu ditanamkan sejak dini. Membaca itu sangat penting. Agar bisa
menghasilkan tulisan ilmiah maka kebiasaan membaca perlu ditingkatkan.
Mantan ketua PGRI kecamatan Kota Komba juga menuturkan bahwa masa depan Indonesia
ditentukan sejak sekarang ini. Untuk mempersiapkan masa depan Indonesia Emas 2045 dan
masa depan generasi emas NTT 2050.” Mari mulailah berprestasi. Saya berterima kasih kepada
lembaga ini yang telah memberikan ruang yang terbaik bagi siswa/i. Selain itu, guru-guru
diharapkan juga untuk menulis PTK. Puji Tuhan melalui bimtek literasi bersama Media
Pendidikan Cakrawala NTT, dua karya tulis saya sudah dipublikasikan di majalah cakrawala
NTT dan dalam buku Guruku Sayang, Guruku Hebat, sehingga bulan Oktober ini saya siap menerima pangkat IVB,” tutup Korwas.
Selanjutnya kepala SMA Negeri 1 Borong dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar singkat yang diselenggarakan oleh OSIS merupakan buah dari kemerdekaan RI ke 74 menciptakan sumber daya manusia ungul demi Indonesia maju. Ini juga buah dari Bimtek
Literasi. “Syukur karena kita biasa menyelenggarakan kegiatan ilmiah ini. Pertama kami ucapkan
terimakasih kepada OSIS SMAN 1 Borong yang telah berinisiatif melakukan kegiatan ini.
Tentu tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pembina OSIS, para guru, pegawai yang telah merancang kegiatan bersama pada hari ini (Jumat 30/08/2019) berjalan sukses. Seminar  ini bertujuan mewujudkan kecintaan kita pada NKRI. Kita bersyukur karena boleh menikmati  kemerdekaan ini dengan damai,” kata Kepsek Ferdinandus Fifardin S.Pd. Tujuan lain dari kegiatan ini, bagian dari implementasi GLS: gerakan literasi sekolah. Apabila
tidak ada gerakan literasi maka semangat siswa untuk melaksanakan kegiatan seminar tidak
ada. Peran pendukung juga dari berbagai pihak dalam hal ini Media Pendidikan Cakrawala NTT yang telah mendampingi guru-guru dan siswa/I menulis di SMAN 1 Borong dan SMA/K.
Terima kasih atas kehadiran siswa/i SMP se-kecamatan Ranamese, sebagian besar siswa/i di sini berasal dari SMP tetangga.

“Apapun kekuarangan pada hari ini, akan menjadi pelajaran
yang sangat berharga. Itu prinsip bagi kami. Karena untuk mencapai kematangan itu, seseorang
mesti belajar, belajar dan terus belajar, perbaik dan terus memperbaiki sehingga pada saatnya
dia akan menjadi matang. Mulai semester ini kami akan melaksanakan dan mewajibkan siswa
untuk menulis karya tulis ilmiah sebagai prasyarat ujian semester dan ujian kenaikan kelas.
Bagi guru dan kepala sekolah sudah bersepakat untuk satu tahun wajib menulis PTK dan PTS,”
pukas kepsek Ferdin penulis buku Guruku sayang, Guruku hebat.
Salah satu pemateri, mengatakan bersyukur karena bisa mewakili teman-teman membawakan
materi seminar di hadapan korwas, para kepala sekolah, guru-guru dan siswa/i se-kecamatan Ranamese.

“Seminar ini adalah salah satu bentuk keseriusan dan bentuk semangat dari kami generasi putih
abu dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Semoga seminar ini juga dapat
membangkitkan semangat siswa/I untuk lebih mencintai dan mengenal Indonesia dalam segala
bidangnya,” kata Ian Jemadu Ketua OSIS SMAN 1 Borong.
Kegiatan berjalan dengan aman, lancar dan berkualitas. Hadir pada seminar para kepala sekolah, guru-guru, korwas, formator Media Pendidikan Cakrawala NTT wilayah VII Manggarai Raya serta siswa/I se-kecamatan Ranamese.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.