SMAN 7 Kota Komba Gelar Pentas Seni Malam Kenegaraan di Waerana

Siswa SMAN 7 Kota Komba saat melakonkan sebuah drama tentang "Kartini". Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.Com-Sekolah Menengah Atas Negeri Tujuh (7) Kota Komba menggelar pentas seni dalam rangka mengisi malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan 17 Agustus 2019. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Rene Daem Waerana Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Beragam mata acara dipentaskan didepan ribuan penonton yang memadati ruangan tersebut diantaranya puisi, drama, dancer, lagu solo dan vocal group.
Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 7 Efrem Latong kepada media ini mengatakan persiapan mereka untuk menyukseskan pentas seni tersebut sudah hampir Dua (2) Minggu penuh.

“Mewakili teman-teman, Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang begitu antusias untuk datang menyaksikan acara malam Kebangsaan ini. Kami sudah yakin untuk menampilkan yang terbaik di depan penonton masyarakat Waerana, karna persiapan kami hampir 2 Minggu penuh lamanya,” tandas Efrem

Sementara itu Pembina OSIS SMAN 7 Kota Komba Andi Mbaling ketika diwawancarai Posflores.com berharap kegiatan ini mampu menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme dalam diri untuk mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.

“Kegiatan Ini adalah salah satu cara kita berjuang mengisi kemerdekaan. Semoga di malam yang merdeka ini, perjuangan kita tak akan pernah selesai. Lewat seni kiranya Jiwa Nasionalis dan semangat cinta akan tanah air senantiasa ada dalam diri kita sampai titik darah penghabisan,” pungkas Guru Alumni Universitas Flores tersebut.

 

Para Penonton Terhipnotis

Para penonton dibuat merinding ketika menyaksikan drama Kartini yang diperankan oleh Teti Kasih (Kartini). Drama ini mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan pribumi yang menentang kebijakan-kebijakan kolonial terhadap kaum Wanita. Kala itu, gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat.

Seorang Kartini yang merupakan anak dari keturunan bangsawan, akhirnya membendung kekuatan dengan memberikan ilmu pengetahuan gratis kepada teman wanita seusianya. Bagi Dia, Ilmu pengetahuan adalah Benteng terakhir pertahanan Bangsa.

Drama tersebut melibatkan pemain sekitar puluhan orang diiringi alunan musik oleh German Gelang(tokoh seni Kota Komba). Penonton begitu terhipnotis ketika penghayatan dan pelafalan drama begitu sempurna nyaris tiada yang salah.

Selain drama; puisi dan tarian adat juga mewarnai kemeriahan malam puncak kemerdekaan di Waerana. “Tiada yang bisa mengalahkan”. Hanya kalimat itu yang bisa diungkapkan untuk mengapresiasi Penampilan mereka sangat luar biasa.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.