Sopi Rasa Anggur dan Kisah Sang Peracik Sopi Kobok

Peracik Sopi Kobok, Edi Kending, sedang berada di pondok penyulingan Sopi Kobok. Foto: Yon Sahaja.

Oleh: Yon Sahaja

BORONG, POSFLORES.com–Sabtu 19 Juli 2019, pukul 10:00 witta, tim Jurnalis media online Manggarai Timur yang tergabung dalam wadah PWMT(Persatuan Wartawan Manggarai Timur)mengunjungi perajin Sopi alias Arak alias minuman beralkohol di Kampung Pongkling atau umumnya biasa disebut Kampung Kobok yang terletak di kelurahan Rongga Koe, kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, Flores, NTT.

Tim bergerak dari Kota Borong ibu kota Kabupaten Manggarai Timur menuju kampung Kobok arah Timur Manggarai Timur dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Sesampainya di kampung Kobok tim diterima dengan ramah oleh Ardianus Johan atau biasa dipanggil Edi Kending, si Peracik minuman beralkohol dengan nama tempat usahanya yaitu “Aset Matim”. Ardianus Johan alias Edi Kending, saban hari selalu berkolaborasi dengan debu dan asap api pembakar arang untuk menghasilkan arak berkualitas dewa. Ia begitu ramah menerima tim jurnalis yang mengunjunginya di pondok tempat ia menghabiskan harinya.

 

Perlengkapan Penyulingan

Di dalam Pondok sederhana yang beratap sink dan tidak berdinding ini, berdiri sebuah tungku api berukuran besar yang di tengahnya berdiri kokoh panci yang menjadi wadah penampung bahan baku sopi yang terbuat dari tanah liat. Pada mulut panci tersebut sebatang bambu pengantar uap dari panci menuju wadah penampung berukuran panjang kurang lebih 2 meter dan berdiamater empat dim berdiri tegak yang di ujung atasnya disambung kesamping dengan sebatang bambu lain dengan bentuk segi tiga dengan panjang kurang lebih enam meter dengan diameter tiga dim. Bambu tersebut disambung dengan kemiringan kurang lebih 90 derajat atau hingga ujungnya menyentuh tanah. Kemudian pada ujung bambu tersebut dibuat penadah sopi hasil sulingan. Sopi yang berubah wujud dari uap menjadi butiran-butiran air itu mengalir perlahan ke dalam wadah penampung, dan butiran-butiran air itu kemudian dikenal dengan sebutan arak atau sopi Kobok.

 

Resep Rahasia

Edi Kending, sang peracik Sopi Kobok menjelaskan tentang cara penyulingan  dan juga tentang “resep rahasia” untuk menghasilkan sopi berkualitas tinggi. Edi menjelaskan dengan penuh antusias  sambil sesekali menyeka tetesan keringat yang meluncur pelan menghiasai wajah dan leher pria 46 tahun ini. Terlihat kulit wajahnya memerah bercampur peluh akibat hawa panas dari tungku api yang membakar sekumpulan kayu mahoni, kayu bakar pilihan yang biasa digunakan Edi untuk memasak sopi demi menghasilkan rasa sopi berkualitas tinggi.

 

Modal Awal dan Tantangan

Edi berkisah tentang usaha awal penyulingan sopi yang digelutinya dimulai sejak tahun 2015 silam. Saat itu dirinya hanya bermodalkan uang 1, 2  juta rupiah. Uang tersebut digunakannya untuk membeli sopi biasa yang di olah kembali menjadi sopi nomor satu. Setelah beberapa bulan usaha tersebut berjalan ia menemui hambatan, pelanggannya mulai tidak lagi datang membeli sopi miliknya karena kualitasnya kurang bagus. Lalu ia mulai menimba ilmu pada teman-teman sesama peracik sopi di kampungnya yang lebih dahulu memulai usaha tersebut. Ketika ilmu yang dipelajarinya selama kurang lebih satu bulan dirasa cukup, Edipun mulai melakukan aksi pertamanya dengan melakukan uji coba beberapa resep rahasia hasil racikannya.
Alhasil usahanya tidak sia-sia, bulan pertama pembelinya masih sepi.

 

Keuntungan

Ketika usahanya menginjak bulan ke dua, pemburu arak kualitas dewa mulai berdatangan.
Bersama istri tercinta ia mulai kerja ekstra keras dari pagi hingga dini hari.
Menurut pengakuannya, penghasilan kotor dari hasil penyulingan sopi, sebulan dapat mencapai 20 juta rupiah.

“Pengahasilan dari usaha penyulingan sopi, setiap bulan saya mendapat kurang lebih 20 juta rupiah. Usaha ini saya jalankan sejak tahun 2015 yang pada awalnya masih sepi pembelinya karena kualitas kurang bagus. Setelah saya belajar dari teman-teman perajin sopi, perlahan tapi pasti pelanggan mulai berdatangan. Saya memiliki resep rahasia agar kualitas sopi racikan saya berkualitas tinggi. Puji Tuhan hingga saat ini saya masih bertahan, dan dari usaha ini saya mampu membiayai anak-anak saya hingga bangku kuliah. Anak saya ada lima orang, satu laki-laki empat perempuan. Anak yang sulung perempuan sudah berkeluarga, dua orang sedang di bangku kuliah, satu orang masih di sekolah dasar dan satu lagi masih di sekolah menengah pertama. Saya biayai sekolah mereka dari usaha penyulingan sopi ini. Terkait pernyataan Gubernur NTT untuk melegalkan usaha sopi, saya sangat mendukungnya, karena usaha ini sangat menjanjikan,” kata Edi dihadapan tim Jurnalis PWMT.

Edi Kending bersama istri sedang berada di pondok penyulingan sopi di kampung Kobok. Foto: Yon Sahaja

 

Kesabaran Tinggi

Rutinitas Edi setiap hari selalu ditemani oleh istri tercinta, Emerensiana Jelanut(44), keduanya mulai beraktifitas pukul 06:00 pagi hingga pukul 02:00 dini hari, pekerjaan dengan tingkat kesabaran tinggi ini tidak semua orang bisa melakukannya. Namun bagi Edi dan istri hal ini merupakan hal biasa.

 

Tersedia Sopi Rasa Anggur

Sopi atau arak racikan Edi ini merupakan salah satu minuman beralkohol dengan brand “Sopi Kobok” yang banyak diburu oleh masyarakat Manggarai Raya karena cita rasanya yang unik dan jauh berbeda dengan rasa sopi dari daerah lainnya di Manggarai Raya.
Edi mendapatkan bahan baku untuk membuat sopi kobok ini dengan cara membeli dari penyadap Enau atau Aren ataupun dari penjual sopi yang kualitasnya rendah. Di tangan Edi bahan baku ini di olah lagi hingga menghasilkan sopi berkualitas tinggi. Ada tiga jenis sopi yang di produksi dan yang menjadi andalan Edi, pertama arak bakar menyala atau BM kedua Pinang Raci dan yang ketiga adalah Arak Kobok alias Sopi Kobok. Khusus untuk sopi berjenis Pinang Raci, Edi mengolahnya dengan menambahkan beberapa bahan rahasia yang mengubah warna sopi menjadi merah dan rasanya seperti anggur. Soal kualitas dari ketiga minuman beralkohol ini tidak diragukan lagi kualitasnya menurut Edi. Karena pemesannya sangat banyak. Untuk harga, Edi mematok harga yang cukup terjangkau oleh berbagai kalangan.

 

Harga

Sopi Kobok jenis biasa  harganya sama dengan yang berlabel Pinang Raci yaitu rp 25000/botol aqua ukuran kecil, sedangkan yang berlabel BM Kobok harganya rp 60.000/botol ukuran botol bir. Jika anda penikmat sopi, maka sopi Kobok adalah pilihan terbaik, untuk itu silakan kunjungi kampung Kobok dan rasakan nikmatnya  hasil racikan warga di sana.

Wadah khusus untuk menampung tetesan sopi Kobok. Foto: Yon Sahaja.
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.