Banner-Top
Banner-Top

Tanam Pohon, Langkah Strategis Restorasi Ekosistem

Aksi selamatkan bumi dengan menanam pohon. Foto/Yunt.
Aksi selamatkan bumi dengan menanam pohon. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM  Dalam rangka memaknai hari lingkungan hidup sedunia tahun 2021, menanam pohon merupakan salah satu langkah strategis Restorasi Ekosistem di kabupaten Manggarai Timur.

Hal tersebut disampaikan Marselus Ndeu, Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah Kabupaten Manggarai Timur, kepada posflores.com, Sabtu, 5 Juni 2021.

Marselus Ndeu menjelaskan restorasi ekosistem menjadi denyut nadi dalam mengembalikan keutuhan alam yang telah rusak oleh tangan-tangan manusia.

Menurut Marselus, generasi muda Manggarai Timur hendaknya peduli terhadap lingkungan hidup. Hal tersebut bertujuan mengembalikan ekosistem ke kondisi awal mula, yang mencakup usaha pencegahan dan mengatasi berbagai kerusakan alam.

“Mari kita menjaga lingkungan yang bersih, yang lebih sehat, segar dan menyejukan di lingkungan kita masing-masing. Tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh merambah dan membakar hutan” jelas Marselus.

Marselus mengungkapkan sesuai tema Restorasi Ekosistem provinsi NTT “Memulihkan Ekosistem untuk Katong Pung Lingkungan Lebeh Bae” salah satu langkah strategis untuk memulihkan ekosistem adalah dengan menanam pohon.

Marselus mengatakan, menanam satu pohon sudah menyelamatkan jutaan nyawa manusia dari polusi udara dan ketersediaan air bersih yang cukup serta keberlangsungan makhluk hidup lainya.
“penting menanam pohon.

“Menanam satu pohon saja sudah memberi banyak manfaat bagi kehidupan kita. Tanam pohon sekarang sangat penting untuk masa mendatang. Udara bersih dan sejuk, menjaga ketersediaan air bersih, mencegah banjir dan tanah longsor. Saya juga mengajak orang-orang muda menyadari pentingya menjaga, merawat dan melestarikan hutan, agar hutan itu menjadi ekosistem yang dapat bermanfaat bagi keberlangusngan hidup manusia dan hutan pantas disebut rumah kita,” papar Marselus.

Sementara itu, Ino Sengkang, alumnus peserta Diklat Teknik Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK 2019) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia RI, merasa bersyukur karena sudah tiga tahun tetap dipercayakan sebagai kader konservasi alam oleh UPTD KPH kabupaten Manggarai Timur.

Ino mengungkapkan kegelisahannya tentang bumi yang tengah dilanda krisis lingkungan hidup.

“Saya memang salah satu orang yang terus merasa bersyukur dan karena masih dipercayakan sebagai kader konservasi alam oleh UPTD KPH kabupaten Manggarai Timur. Saya bukan basic belajar ilmu kehutanan atau pertanian, tetapi saya bersyukur punya kompetensi di bidang ini. Saya hanya belajar disiplin ilmu kosmologi dan ekologi serta banyak membaca dan membuka diri untuk belajar dari orang lain,” kata Ino.

Menurut Ino, sebagai generasi penerus bangsa ini dirinya dituntut untuk terus melakukan upaya-upaya konret yakni bersahabat dengan alam.

“Salah satu langkah nyata yang saya lakukan untuk mengatasi krisis lingkungan adalah dengan menanam pohon. Ini aktivitas yang sukarela,. Terimakasih UPTD KPH kabupaten Manggarai timur terus bersinergi dan berkolaborasi mendonasikan bibit tanaman dan pohon” ujar Ino.

Ino menambahkan, merayakan hari lingkungan hidup sedunia 2021 adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan tragedi yang sedang menghantui bumi saat ini. Seperti ancaman kepunahan spesies, kerusakan hutan, kehilangan tanah yang subur, polusi udara dan air serta penipisan lapisan ozon.

“Ajaklah diri kita sendiri, memotivasi diri kita sendiri untuk peduli dengan alam. Sejak lahir, hidup dan akhir hidup kita tetap membutuhkan alam. Sesama orang muda, mari tanam pohon dan tetap jaga kehidupan yang harmonis dengan alam sebagai saudara sepupu dari segala makhluk hidup,” ucap Ino. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top