Banner-Top
Banner-Top

Tanggapan Pakar Hukum terkait Sikap Arogan Oknum Polisi di Manggarai Barat

Dr. Laurentius Ni, S.H. M.H. Foto/Ist.
Dr. Laurentius Ni, S.H. M.H. Foto/Ist.

BORONG, POSFLORES.COMKasus dugaan penganiayaan yang menimpa sembilan (9) pemuda di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, yang melibatkan oknum Polisi, mendapat tanggapan dari pakar hukum, Dr. Laurentius Ni, SH, MH.

Laurentius Ni, saat dimintai tanggapannya terkait kasus tersebut, kepada Posflores.com mengatakan bahwa, apa yang telah dilakukan oleh anggota Polres Mabar, dalam proses pengamanan dan jaga jarak atau dilarang berkumpul adalah pelaksanaan tugas sebagai himbauan dari pemerintah serta maklumat dari Kapolri.

“Mengamankan situasi saat ini menjadi harapan kita semua agar tidak terjangkit Covid-19 yang menakutkan. Atas tindakan menganiaya, memukul sampai luka, ini yang kita sesalkan,” Kata Laurentius, Selasa, 14 April 2020.

Menurut Laurentius, situasilah yang membuat petugas tidak terkendali sehingga melakukan tindakan kekerasan secara verbal.

“Upaya korban melakukan proses hukum melalui kuasa hukumnya adalah hak dia sebagai warga negara untuk mencari keadilan. Namun, harus diakui, situasilah yang memaksa petugas melakukan kekerasan verbal tersebut,” ujar Laurentius.

Laurentius mengatakan, sebagai warga negara yang cinta akan damai, kalau ada itikad baik untuk berdamai silahkan. Tetapi kalau mau untuk dilanjutkan juga silahkan. Paling penting adalah daerah ini terbebas dari Covid-19.

Sebelumnya media massa memberitakan tentang sekelompok pemuda di Labuan Bajo, yang diduga dianiaya oleh oknum polisi yang bertugas di Polres Manggarai Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 11/4/2020, di Pendopo yang berada samping SMA Stella Maris Labuan Bajo.

Sekelompok pemuda tersebut merupakan warga Kabupaten Mabar yang baru datang dari Bali menggunakan Kapal Feri.
Saat tiba, mereka bertemu dengan rekan-rekannya di Labuan Bajo. Saat berkumpul, mereka sempat menenggak miras jenis sopi sebanyak 2 botol. Kemudian sekitar pukul 22.00 Wita, beberapa anggota Polisi dari Polres Mabar, datang ke lokasi untuk mengimbau sekaligus meminta mereka membubarkan diri. Namun, salah satu aparat begitu kasar hingga mengeluarkan cacian, yang kemudian berujung pada pemukulan.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat AKBP Handoyo Santoso, mengatakan bahwa, tidak benar ada caci maki terhadap warga yang berkumpul.

“Tidak benar ada kata makian oleh anggota yang bertugas. Itu hanya info dari pihak warga. Benar pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020 sekitar pukul 23.30 wita piket call center 110 mendapat telpon pengaduan dari masyarakat terkait adanya sekelompok pemuda yang berkumpul sambil mengkonsumsi minuman keras (Sopi) di Pendopo depan SPM Stella Maris,” kata dia.

Informasi yang dihimpun posflores.com, Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat telah memerintahkan Seksi Propam Polres Manggarai Barat untuk memeriksa dan
menindak tegas oknum petugas tersebut.

“Terkait sikap arogansi petugas di lapangan, saya telah perintahkan seksi Propam untuk periksa oknum yang bersangkutan,” kata Handoyo, Minggu, 12 April 2020.

Informasi yang diperoleh media ini, Korban telah melakukan visum dan oknum polisi yang diduga pelaku penganiayaan sudah laporkan di Polres Mabar baru-baru ini. [Nardi Jaya]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top