Banner-Top
Banner-Top

Tega, Seorang Pemuda di Mabar Bakar Rumah Orangtuanya Hingga Rata Tanah

Rumah rata tanah dibakar anak kandung. Foto/Tim.
Rumah rata tanah dibakar anak kandung. Foto/Tim.

MANGGARAI BARAT, POSFLORES.COM Aksi tak terpuji dilakukan seorang pemuda di Sano Nggoang, Manggarai Barat. Akibat bertengkar dengan saudaranya dia nekat membakar rumah milik orangtuanya. Padahal rumah tersebut juga menjadi tempat tinggal pemuda tersebut.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolres Manggarai Barat, melalui Kapolsek Sano Nggoang, IPTU I Wayan Merta, Rabu, 27 Mei 3021.

Merta mengatakan, pelaku pembakaran rumah tersebut adalah VRH (24) warga Kampung Ndajot, Desa Mata Wae, Kecamatan Sano Nggoang. Kini VRH (24) telah diamankan oleh Polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku adalah VRH (24) yang tidak lain adalah anak kandung dari korban Benediktus Abu (67). Motif dari kasus ini masih dalam proses penyelidikan Unit Reskrim Polsek Sano Nggoang,” kata Merta.

Kapolsek Merta menjelaskan kasus pembakaran rumah tersebut terjadi pada Selasa, 25 Mei 2021 sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu RS, Kakak Kandung pelaku sedang membuat sebuah kamar tepat di belakang rumah. Tiba–tiba pelaku VRH (24) datang dan melarang saksi RS (34) untuk tidak melanjutkan aktivitasnya.

“Pelaku mengatakan kepada RS (34) jangan ada yang membongkar rumah ini, lalu saksi RS (34) menjawab telah mendapat persetujuan dari ayahnya. RS telah melakukan runding keluarga untuk membongkar rumah dalam rangka renovasi,” kata Kapolsek Merta.

Tetapi pelaku VRH (24) tetap bersikukuh seraya mengulangi lagi perkataannya agar jangan ada yang membokar rumah itu. Alhasil, terjadi cekcok antara kakak–beradik itu.

“Pelaku tetap ngotot dengan mengatakan jangan ada yang membongkar rumah, kemudian RS (34) menjawab, sebenarnya “kamu mau apa”. Lalu terjadilah cejcok mulut dan saling dorong antara saksi RS (34) dan pelaku VRH (24),” jelas Merta.

Tidak terima hal tersebut, pelaku VRH (24) langsung mengambil sebotol bensin lalu berlari menuju belakang rumah dan masuk ke dalam kamar ayahnya. Di situ pelaku langsung menyiram bensin yang berada di tangannya di atas bantal kapuk dan dinding rumah yang berbahan bambu itu lalu membakarnya.

“Api langsung membesar dan membakar habis rumah tersebut hingga rata dengan tanah,” kata Merta.

Menurut Merta, saat mendapat informasi peristiwa pembakaran tersebut, dirinya memimpin langsung Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).

Merta mengatakan akibat perbuatan pelaku VRH (24), satu unit rumah berdinding bambu berukuran 12 x 6 meter milik Benediktus Abu (67) ludes dilalap api. Kendati tidak ada korban jiwa, namun seluruh isi rumah, termasuk uang tunai sebanyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) hangus terbakar.

Merta kemudian merincikan jenis kerugian lain yang diderita korban selain uang tunai, yakni beras sebanyak 6 karung atau setara 300 Kg, kayu balok 10 batang, 9 karung kemiri yang sudah dikupas. Kerugian lainnya adalah surat–surat berharga.

“Total kerugian materil ditaksir  mencapai Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” papar mantan Kapolsek Lembor. (Tim)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top