Banner-Top
Banner-Top

Terbengkalai, Bangunan ini Milik UPTD Kehutanan Kabupaten Manggarai Timur

Gedung megah milik UPTD Kehutanan Kabupaten Manggarai Timur terbengkalai. Foto/YS.
Gedung megah milik UPTD Kehutanan Kabupaten Manggarai Timur terbengkalai. Foto/YS.

MANGGARAI TIMUR — Bangunan megah bercat hijau muda milik Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (UPTD Kehutanan Kabupaten Manggarai Timur) yang berada di Kaki Gunung Poco Ndeki, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, diduga terbengkalai.

Bangunan yang terlihat megah tersebut terpantau dikelilingi pepohonan dan semak belukar yang hampir sama tingginya dengan bangunan tersebut.

Pantauan posflores.com, (30/7/2021), pada bagian pintu utama (pintu masuk) bangunan dipenuhi semak belukar. Pemandangan yang sama terlihat di bagian kiri dan belakang bangunan tersebut diselimuti pepohonan dan semak belukar.

Kemudian pada bagian dalam bangunan tersebut terpantau dipenuhi debu. Sedangkan bagian kanan bangunan itu sebagian semak belukar dan pepohonan telah dibersihkan.

Bukan hanya bangunan besar tersebut yang tidak terurus, di bagian belakang ada satu bangunan berukuran kecil yang diduga dapur, juga berantakan. Pintu dan jendelanya dibiarkan terbuka. Isinya dipenuhi dedauanan kering dan ranting pohon.

Bangunan kecil di belakang gedung utama. Foto/YS.
Pintu dan jendela terbuka. Foto/YS.
Bangunan utama tampak depan. Foto/YS.
Jalur pintu utama tertutup pepohonan. Foto/YS.

Keberadaan bangunan tersebut menjadi perbincangan warga sekitar. Menurut warga, jika bangunan tersebut tidak diperhatikan, cepat ataupun lambat akan hancur termakan usia.

“Kalau tidak salah, bangunan ini dibangun tahun 2019. Jika tidak diperhatikan maka cepat atau lambat akan hancur. Kasian dana yang begitu besar asas manfaat bangunannya tidak jelas,” kata PK, warga setempat.

Untuk mencari benang merahnya, posflores.com mencoba menghubungi Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Kehutanan Kabupaten Manggarai Timur, Marselus Ndeu. Menurut Marsel, bangunan tersebut belum selesai dikerjakan.

Kata dia, bangunan itu dibangun pada masa pimpinan Aufridus Jahang (Kepala UPTD sebelumnya).

“Belum selesai dikerjakan. Bangunan itu dibangun pada masa Aufridus Jahang. Saya juga tidak tahu mengapa tidak dilanjutkan. Sampai saat ini saya belum mendapat informasi untuk melanjutkan pembangunannya,” kata Marsel, singkat.

Bangunan yang terlihat megah ini diduga menelan anggaran ratusan juta rupiah. Siapa yang bertanggung jawab? (YS)

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top