Banner-Top
Banner-Top

Terduga Pelaku Tindak Kekerasan di Matim Terancam Diberhentikan dari PNS

Ilustrasi kekerasan. Foto/Ist.
Ilustrasi kekerasan. Foto/Ist.

MANGGARAI TIMUR — Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, akan membentuk tim investigasi untuk telusuri terkait dugaan kasus penganiyaan yang libatkan YD oknum guru PNS di Elar Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan, Jumat, (12/11/2021).

Sekda Boni menjelaskan sesuai ketentuan, pihaknya akan lakukan investigasi untuk dapatkan bukti dan data administrasi terkait permasalahan tersebut.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil tindakan administrasi sesuai dengan peraturan kepegawaian.

“Kalau terbukti ada indikasi pidananya, maka akan dilakukan pemberhentian sementara sebagai PNS demi kelancaran proses pidana. Selanjutnya menunggu keputusan pengadilan,” jelasnya.

Sekda Matm, Boni Hasudungan Siregar. Foto/Yopie.

Sementara itu terduga pelaku tindak kekerasan (YD), saat dihubungi posflores.com (12/11/2021), menyampaikan bahwa dirinya sedang bersama Kepala Pos Polisi Elar Selatan.

“Zao do’n manga agu Kapospol, go’ too lau agu kae. Sesuai pesan pu lau Polres. Go zaka keluarga (Saya sekarang bersama Kapospol, mau pergi di kakak (korban) untuk bicara keluarga),” terang YD.

Ketika ditanyai wartawan soal tanggapannya terkait kasus yang sedang bergulir, YD belum bisa menjelaskan. Dia hanya berujar bahwa dirinya sedang sibuk bersama Kapospol.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu YD dilaporkan ke Polres Manggarai Timur oleh LS (64) atas dugaan kasus penganiyaan yang dialaminya dan saudaranya KA (57).

Kasus dugaan penganiyaan tersebut saat ini ditangani oleh Polres Manggarai Timur. Semua saksi telah diperiksa, termasuk korban dan terduga pelaku. (Yopie)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top