Terkait Kericuhan Turnamen Kota Komba Cup, Ini Kata Ketua Persatuan Wasit Matim

oleh -827 views
Kericuhan Mewarnai Pertandingan Sepak Bola di Kota Komba. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.Com–Terkait kericuhan suporter yang terjadi pada hari Minggu (11/8/2019) di Lapangan Sepak Bola Waelengga, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur  mendapat tanggapan dari ketua Persatuan Wasit Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Nggu.

Yohanes sangat menyayangkan insiden itu terjadi. Dia mengatakan bahwa Asisten Wasit ke-empat (4) yang kerap kali mengganggu jalannya pertandingan antara SMAN I Aimere melawan SMAN 7 Kota Komba, “tidak berhak” mengatur atau berkonsultasi dengan wasit utama.

“Dalam aturan sepak bola, hanya ada tiga (3) wasit yakni wasit utama, asisten wasit satu (1) dan asisten wasit dua (2). Yang berhak berkonsultasi dengan wasit utama adalah AW 1 dan AW 2. Bukan ofisial ke 4. Tugasnya dia hanya berkonsultasi dengan ofisial pemain jika ada pergantian pemain dan menjaga bens cadangan agar tetap tertib. Tidak berhak untuk konsultasi dengan wasit utama. Saya merasa aneh dengan pertandingan kemarin, karna saya juga ikut menonton; tapi saya tidak mempunyai kepentingan untuk menegur. Walaupun personil saya ada dua orang, tapi saya menegaskan mereka untuk tidak mengenakan atribut PSSI,” kata Yohanes saat dihubungi Posflores.com, 12 Agustus 2019.

Sebelumnya diberitakan, AW 1, Vanti Alen membenarkan tindakan wasit pengawas tersebut. Saat diwawancarai Posflores.com, Vanti menjelaskan tugas pokok dan fungsi wasit pengawas dalam suatu pertandingan bola kaki.

“Dia tidak salah, karena dia punya hak mengingatkan wasit utama apabila lupa mengambil tindakan misalnya seperti pemberian kartu merah kepada pemain yang sudah dua (2) kali mendapatkan kartu kuning seperti tadi; dan juga pengawasan di area bens pemain apabila pemain cadangan keluar dari bangku bens cadangan,” jelas personil Askab PSSI itu pada 11 Agustus 2019 sesaat setelah terjadi kericuhan.

Namun hal tersebut dibantah oleh Ketua Persatuan Wasit Matim, dia berharap agar personilnya itu tidak lagi memimpin laga selanjutnya.

“Dari tadi saya telepon mereka tapi tidak diangkat. Walaupun mereka tidak mengenakan PSSI dalam memimpin turnamen di Waelengga, tapi semua orang tahu bahwa mereka adalah wasit profesional dari organisasi wasit Matim di bawa naungan PSSI,” tutup Yohanes Nggu.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *