Terkait Kericuhan Turnamen Kota Komba Cup, Ini Kata Ketua Persatuan Wasit Matim




Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.ComTerkait kericuhan suporter yang terjadi pada hari Minggu (11/8/2019) di Lapangan Sepak Bola Waelengga, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur  mendapat tanggapan dari ketua Persatuan Wasit Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Nggu.

Yohanes sangat menyayangkan insiden itu terjadi. Dia mengatakan bahwa Asisten Wasit ke-empat (4) yang kerap kali mengganggu jalannya pertandingan antara SMAN I Aimere melawan SMAN 7 Kota Komba, “tidak berhak” mengatur atau berkonsultasi dengan wasit utama.

“Dalam aturan sepak bola, hanya ada tiga (3) wasit yakni wasit utama, asisten wasit satu (1) dan asisten wasit dua (2). Yang berhak berkonsultasi dengan wasit utama adalah AW 1 dan AW 2. Bukan ofisial ke 4. Tugasnya dia hanya berkonsultasi dengan ofisial pemain jika ada pergantian pemain dan menjaga bens cadangan agar tetap tertib. Tidak berhak untuk konsultasi dengan wasit utama. Saya merasa aneh dengan pertandingan kemarin, karna saya juga ikut menonton; tapi saya tidak mempunyai kepentingan untuk menegur. Walaupun personil saya ada dua orang, tapi saya menegaskan mereka untuk tidak mengenakan atribut PSSI,” kata Yohanes saat dihubungi Posflores.com, 12 Agustus 2019.

Sebelumnya diberitakan, AW 1, Vanti Alen membenarkan tindakan wasit pengawas tersebut. Saat diwawancarai Posflores.com, Vanti menjelaskan tugas pokok dan fungsi wasit pengawas dalam suatu pertandingan bola kaki.

“Dia tidak salah, karena dia punya hak mengingatkan wasit utama apabila lupa mengambil tindakan misalnya seperti pemberian kartu merah kepada pemain yang sudah dua (2) kali mendapatkan kartu kuning seperti tadi; dan juga pengawasan di area bens pemain apabila pemain cadangan keluar dari bangku bens cadangan,” jelas personil Askab PSSI itu pada 11 Agustus 2019 sesaat setelah terjadi kericuhan.

Namun hal tersebut dibantah oleh Ketua Persatuan Wasit Matim, dia berharap agar personilnya itu tidak lagi memimpin laga selanjutnya.

“Dari tadi saya telepon mereka tapi tidak diangkat. Walaupun mereka tidak mengenakan PSSI dalam memimpin turnamen di Waelengga, tapi semua orang tahu bahwa mereka adalah wasit profesional dari organisasi wasit Matim di bawa naungan PSSI,” tutup Yohanes Nggu.(*)

Facebook Comments




Share and Enjoy !

0Shares
0


0

Berita Lainnya

109 Sampel asal Manggarai Timur dinyatakan Negatif Covid-19

BORONG, POSFLORES.COM--Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan Siregar mengatakan bahwa hasil Swab ulang pasien 01 yang dikirim ke Rsud Wz Johanes Kupang hingga...

Dua Rumah Ibadah di Matim Mendapat Bantuan Sosial dari Partai Golkar

BORONG, POSFLORES.COM--Partai Golkar melalui Ketua DPD ll Nusa Tenggara Timur, Vinsensius Reamur, memberikan bantuan sosial kepada dua (2) rumah ibadah di Manggarai Timur, Selasa...

Pernyataan Sikap PMKRI Cabang Ruteng Terkait Kemelut SMKN 1 Wae Ri’i

PERNYATAAN SIKAP A. Dasar Pemikiran Pada tanggal 13 Juli 2020, Forum Guru PNS Dan Guru Komite SMKN 1 Wae Ri’i melakukan aksi solidaritas perihal...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

109 Sampel asal Manggarai Timur dinyatakan Negatif Covid-19

BORONG, POSFLORES.COM--Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan Siregar mengatakan bahwa hasil Swab ulang pasien 01 yang dikirim ke Rsud Wz Johanes Kupang hingga...

Dua Rumah Ibadah di Matim Mendapat Bantuan Sosial dari Partai Golkar

BORONG, POSFLORES.COM--Partai Golkar melalui Ketua DPD ll Nusa Tenggara Timur, Vinsensius Reamur, memberikan bantuan sosial kepada dua (2) rumah ibadah di Manggarai Timur, Selasa...

Pernyataan Sikap PMKRI Cabang Ruteng Terkait Kemelut SMKN 1 Wae Ri’i

PERNYATAAN SIKAP A. Dasar Pemikiran Pada tanggal 13 Juli 2020, Forum Guru PNS Dan Guru Komite SMKN 1 Wae Ri’i melakukan aksi solidaritas perihal...

Tempat Hiburan Malam di Cepi Watu Belum Bisa Ditutup

BORONG, POSFLORES.COM--Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur belum memutuskan untuk menutup tempat hiburan di Cepi Watu Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong. Hal tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi...

Ini Desa Penghasil Porang Terbanyak di Manggarai Timur

BORONG, POSFLORES.COM--Rana Kulan. Rana Kulan merupakan Desa Agrowisata dan salah satu Desa penghasil Porang terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Desa yang memiliki...
Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0