Jum. Feb 28th, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Ternyata, di Cibal Barat Bukan Peresmian Air tetapi Peresmian Instalasi Pipa Air oleh Bupati Deno

3 min read

Jaringan pipa air di Cibal Barat. Foto/Isno.

Oleh: Valery Isno

 

 

RUTENG, POSFLRES.COM–Warga Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, keluhkan tentang air PDAM yang sudah diresmikan oleh Bupati Manggarai, Deno Kamelus, pada 4/12/2019, lalu. Pasalnya, air yang mengalir pada kran yang digunakan untuk peresmian secara simbolik oleh Bupati Deno bukan dari mata air, melainkan bersumber dari mobil tangki milik Perumda Air Minum Tirta Komodo.

Salah satu warga Kampung Malip, Antonius Udy,  membenarkan hal tersebut.

“Air yang mengalir di kran saat peresmian kemarin itu bukan dari sumber mata air, tetapi dari mobil tangki milik PDAM Tirta Komodo, Ruteng. Nyatanya ada dua mobil tangki saat peresmian tersebut. Mereka bongkar pipa lalu kasih masuk air dari mobil, sehingga saat Bupati meresmikan, airnya memang jalan. Tetapi sebenarnya saat itu air tidak mengalir dari sumber mata air,” ujar Antonius kepada Pos Flores.com, Kamis (12/12/2019).

Antonius kuatir apakah hal tersebut sudah diketahui oleh Bupati Deno Kamelus atau belum. Informasi yang dihimpun posflores.com, hingga tiga hari setelah diresmikan program hibah air minum untuk tahun 2019 di Kampung Nanu dan Malip, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat tak kunjung mengalir.

Terpantau pada Kamis (12/12/2019), terdapat sejumlah meteran air di Kampung Nanu dan Malip, tidak mengalir seperti biasanya.

Terkait hal ini, Antonius mengaku kecewa dengan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Komodo. Pasalnya, sejak dua Minggu terakhir air tersebut tak kunjung mengalir dari pipa penyalur. Bahkan setelah peresmian, kata dia, tidak ada perubahan. Air tetap saja tidak mengalir.

“Sebelumnya kami berharap PDAM ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air, tetapi faktanya air tidak mengalir. Jangan sampai pipa yang ada ini hanya untuk mengelabui saja bahwa di Desa Lenda sudah ada PDAM, tapi ternyata airnya tidak berjalan,” tambahnya lagi.

Antonius berharap, agar Perumda Air Minum Tirta Komodo segera memperpaiki jaringan pipa air minum di wilayahnya.

“Kalau boleh mereka segera perbaiki pipa yang rusak, lalu cek semua pipa yang sudah dipasang di rumah warga untuk memastikan apakah airnya sudah mengalir atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang ibu (RH) selaku saksi pemotongan pipa yang telah dilakukan oleh anggota PDAM.

“Saya melihat sendiri mereka potong ini pipa, lalu kasi masuk itu selang dari mobil tanki, makanya air bisa jalan pada saat peresmian begitu pak,” terang ibu RH.

Sementara terkait video yang beredar sekarang di Youtebe, menurut RH, itu bohong.

“Mereka kemarin memang datang ke sini dan wawancara beberapa orang warga, tetapi kalau saya liat di youtube itu videonya itu bohong karena mereka tidak muat semua apa yang di bicarakan oleh warga,” jelas RH.

Maksimus Batal, salah seorang warga juga merasa kesal dengan sikap Bupati Manggarai, Deno Kamelus.

Lantas pada saat peresmian air, Maksimus Batal memberikan usulan terkait air PDAM dengan suara yang halus. Dia memberikan masukan berupa analogi semata.

Maksimus pun menyampaikan kepada Bupati, “pak kalau kita pulang sebentar tolong jangan bahwa dengan ini air.”

Menjawab usulan Maksimus, tampak Bupati dengan suara yang lantang mengatakan “cuci dulu itu otakmu. Ini bukan peresmian air tetapi ini peresmian instalasi pipa,” jelas Deno Kamelus seperti yang ditiru Maksimus kepada posflores.com.

Tidak hanya itu, Antonius Udi, juga menjelaskan terkait video yang sudah menyebar di Youtbe, bahwa videonya banyak yang mereka potong.

“Karena yang saya jelas kemarin itu ada keluhan terkait masalah air, tetapi setelah saya menonton videonya tampak banyak yang dipotong videonya”, jelas antonius.

Sementara itu, dirut Perumda Tirta Komodo, Klementius Man, tidak menjawab telepon saat dihubungi posflores.com.

Saat peresmian tersebut Bupati Deno menjelaskan bahwa itu bukan peresmian air tetapi peresmian jaringan air.

“Ini bukan peresmian Air, tetapi peresmian instaliasi atau jaringan perpipaan secara simbolik. ujar Bupati Deno beberapa waktu lalu.(*)

Facebook Comments