Toleransi Tingkat Tinggi, Kaum Muslim Turut Ramaikan Pesparani di Matim

Ibu-ibu muslimah turut meramaikan Pesparani di Matim. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM–Di Kabupaten Manggarai Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur, rasa persaudaraan dan toleransi antar umat beragama masih menjadi kebudayaan yang  selalu dilestarikan sampai saat ini. Hal ini dibuktikan ketika mengadakan pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Kabupaten Manggarai Timur, umat dari agama lain turut mengambil bagian.

Perlombaan Pesparani tersebut menghadirkan peserta dari sembilan Kecamatan yaitu; Kota Komba, Borong, Rana Mese, Elar, Elar Selatan, Poco Ranaka, Poco Ranaka Timur, Lamba Leda dan Sambi Rampas.

Kegiatan Pesparani diselenggarakan di lapangan Fernandes Borong. Para peserta dari sembilan kecamatan nampak memadati tempat itu sejak Senin (20/1/2020).

Yang unik dan luar biasa dari kegiatan yang cukup besar ini adalah, tokoh yang menjadi ketua panitia dari  hajatan ini. Bagaimana tidak luar biasa,  ketua panitianya adalah seorang Ustad yang bernama Jemain. Bisa dikatakan ini adalah, model toleransi tingkat tinggi.

Dalam kesempatan itu, Ustad Jemain mengatakan, Pesparani tingkat Kabupaten Manggarai Timur, baru pertama kali digelar. Terselenggara atas dukungan Pemda, DPRD, dan masyarakat Matim, serta kerja keras panitia dan LP3KD Matim.

“Pesertanya, utusan dari masing-masing kecamatan dan dalam rangka audisi menuju Pesparani tingkat Provinsi NTT di Kupang. Pesparani tingkat Propinsi akan digelar Pada bulan Mei mendatang dan tingkat Nasional pada Oktober 2020,”  jelas Ustad Jemain.

Selain Ustad Jemain, hadir pula para Muslimah yang ikut meramaikan kegiatan ini. Mereka begitu antusias ambil bagian dalam melayani tamu dan undangan serta menyiapkan hidangan dan turut membawa acara-acara menyelingi perlobaan Pesparani. Terpantau di awal perlombaan, sekelompok ibu-ibu muslimah nampak mengisi acara dengan menyanyikan sebuah lagu dangdut menggambarkan  kerukunan antar umat beragama.

Romo Alfons, mewakili pimpinan Kevikepan Borong, dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan Pesparani tingkat Kabupaten Matim, dapat mengembangkan dan meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan umat katolik.

Saya mengharapkan agar melalui LP3K Kabupaten Matim ini, kita setia dan tekun memperhatikan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam diri anak-anak, remaja kita khususnya potensi dalam bidang musik liturgi,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas berharap para petarung dari Manggarai Timur nanti  bisa tampil maksimal di tingkat Propinsi.

Jangan pikir uang. Uang gampang dicari, yang penting kita optimis untuk siap berlaga,” pungkasnya.

Pantauan Posflores.com, acara pembukaan di awali dengan semarak kembang api dan pemukulan gong oleh ketua panitia. Para penontonpun berdatangan memadati lokasi kegiatan. Pihak keamanan dari Mapolsek Borong dan perguruan THS THM turut mengamankan kegiatan. Semuanya berlangsung aman, tenteram dan damai. (*)

Facebook Comments