Unik, dokter Tulang di Matim Obati Pasien dari Jarak Jauh

BORONG, POSFLORES.COMSetelah Pemerintah Indonesia menerapkan social distancing (pembatasan sosial), untuk meredam penyebaran Covid-19, banyak masyarakat yang memilih untuk mengisolasi diri secara mandiri serta mengurangi aktifitas di luar rumah.

Selain itu ada  pula sebagian orang yang tidak mau bersentuhan langsung dengan orang baru. Pasalnya, informasi yang berseliweran di berbagai media menceritakan bahwa, virus corona bisa terjangkit melalui sentuhan pada tubuh.

Rupanya, informasi yang beredar tersebut mampu mengubah cara kerja Yoseph Japi (68), seorang dokter tulang alias tukang urut spesialis patah tulang di Manggarai Timur yang berasal dari Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Kakek Yoseph, biasa ia disapa, kini tidak lagi melayani pengobatan di rumahnya semenjak pemerintah menerapkan kebijakan soccial distancing.

Ketika Posflores.com menyambangi kediamannya di Kisol, Senin, 27 April 2020, dengan penuh kharisma ia menjelaskan alasannya mengobati pasien dari jarak jauh.

“Saya mendengar dan menyaksikan langsung berita di Tv tentang pembatasan sosial. Saat ini saya hanya melayani pengobatan jarak jauh, baik yang di wilayah Manggarai Timur, maupun yang di luar kabupaten. Saya lakukan ini karena saya benar-benar mematuhi himbauan pemerintah untuk jaga jarak dan tidak bersentuhan dengan orang lain,” jelas kakek Yoseph yang jika dilihat sepintas mirip misionaris Katolik asal Eropa Tengah.

Menurut kakek Yosep, untuk mengobati pasien dari jarak jauh, dirinya berkomunikasi melalui HP. Saat berkomunikasi, pasien harus menyiapkan sarana perantara berupa air yg disimpan dalam wadah botol dan juga jahe dan minyak kelapa harus sudah disiapkan.

“Untuk pengobatan jarak jauh, saya melafalkan doa melalui hp, sedangkan mereka menyiapkan sarana seperti air, jahe dan minyak kelapa. Untuk pasien yang terlanjur datang, saya hanya mendoakan langsung pada sarana seperti yang tadi saya katakan. Yah, puji Tuhan, beberapa hari kemudian saya memperoleh informasi pasien mengalami perubahan,” jelas kakek Yosep, sembari mempersilahkan jurnalis posflores.com untuk seruput secangkir kopi pahit khas Manggarai Timur.

Menurut  kakek Yoseph, dirinya telah melakoni pekerjaan mengobati pasien sejak tahun 1985. Kemampuannya merupakan warisan dari almarhum ayahnya.

Kata Yoseph, pasiennya berasal dari berbagai latar belakang secara ekonomi. Ada pasien yang berasal dari ekonomi menengah ke atas, ada juga yang sebaliknya. Dirinya tidak meminta imbalan dari pasien yang diobatinya.

“Sejak tahun 1985 saya mengobati pasien, kemampuan ini diwarisi dari almarhum ayah. Pasien saya ada yang dari kalangan pejabat, ada juga orang-orang biasa, dan saya tidak meminta imbalan dari pasien saya,” kata kakek Yoseph sambil membetulkan posisi topinya yang terbuat dari anyaman daun koli.[Marselino Ando]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

News Feed