Ming. Feb 23rd, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

UNIKA St. Paulus Ruteng Gelar Seminar Psikospiritual

2 min read

UNIKA St. Paulus Ruteng selenggarakan seminar Psikospritual. Foto/Isno.

Oleh: Valery Isno

 

RUTENG, POSFLORES.COM–Sejumlah mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng mengikuti seminar Psikospiritual, Rabu 20 November 2019. Seminar tersebut diikuti oleh dua program studi yakni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi PAUD. Pemateri kegiatan berasal dari Komunitas Persatuan Mahasiswa Pelajar dan Pemuda Kristen Nasional (PMPPKN).

Seminar bertujuan untuk memperkenalkan kembali bahaya free sex (sex bebas) yang marak terjadi di kalangan remaja di Indonesia, khususnya di kota Ruteng. Tujuan lain dari kegiatan seminar ini untuk mencegah terjadinya aborsi di kalangan remaja.

Teni Menas selaku pemateri seminar memaparkan bahwa begitu banyak kasus-kasus free sex di kalangan remaja. Teni mengutip hasil riset Kompasiana yang mengungkapkan bahwa sekitar 68% remaja melakukan sex pra nikah.

Ini angka yang sangat memprihatinkan. Data ini kami rilis dari BKKBN. Yang mana sekitar 61% remaja melakukan hubungan sexs pra nikah,” ┬ápapar Teni.

Teni mengungkapkan bahwa hubungan sex pra nikah ini membuat sebagian remaja wanita hamil di luar nikah. Setelah hamil mereka merasa malu, lalu mulai mencari jalan keluar yang amoral dengan melakukan aborsi.

Pantauan posflores.com di tempat kegiatan seminar, pemateri memutarkan film pendek tentang aborsi. Film ini dipertontonkan kepada mereka dengan tujuan agar para peserta melihat sejauh mana dampak negatif dari free sex dan aborsi.

Viktor, selaku pemateri dua dalam kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa bahaya free sex akan membuat masa depan para remaja hancur. Hancur dan akan lebih menjauhkan diri dari Tuhan. Karena itu, Viktor menekankan kepada peserta yang hadir dalam seminar agar perlu adanya pendekatan rohani.

Tidak hanya itu, Viktor juga menjelaskan sedikit tentang ayat-ayat kitab suci sebagai landasan moral untuk menjauhkan diri dari pergaulan yang tidak sehat.

Hanya kuasa Tuhanlah yang mampu menyelamatkan kita dari hal-hal yang buruk. Terutama untuk mereka yang sudah terlanjur melakukan free sex dan abortion,” tutup Viktor.

Kegiatan seminar berlangsung dari tanggal 18 hingga 29 November 2019.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.