Wae Pesi, Pesona Wisata yang Menggetarkan Asa

Reo, Posflores.comBelum lama ini. Persisnya,  Minggu (2/8/2020). Matahari pada puncak panasnya. Di sela-sela merayakan Idul Adha 1441 Hijriah bersama keluarga besar Bapak Achyar Muhammad, SH, penulis berkunjung ke Muara Wae Pesi di Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores-NTT.

Bapak Achyar Muhammad, SH menjadi pemandu bagi Andrianus Kornasen (Direktur PT. Floreseditorial Cyber Media), Kiki Puspitasari (Sekretaris PT Floreseditorial Cyber Media) dan penulis.

Dari badan Jembatan Wae Pesi kami menantap muara. Airnya bening. Perahu-perahu nelayan berlabuh di pinggir muara. Aneka jenis perahu. Ada beberapa perahu tonase besar. Seturut cerita warga sekitar, perahu motor tonase besar asal Labuan Bajo, Manggarai Barat. Perahu itu alat transportasi bagi wisatawan asing. Selama corona berlabuh di muara itu, karena pemiliknya asal Reo.

Muara Wae Pesi merupakan salah satu dari sejumlah obyek wisata di wilayah itu. Kita sebutkan. Selain Tiwu Mali, pantai pasir putih halus terbentang  dari Torong Besi hinggga Robek. Selain pasirnya putih halus, ombaknya manja memelas. Tak ada ancaman bagi warga yang memanjakan tubuh di sekitar pesisir pantai itu. Pantai Torong Besi dan sekitarnya memperlihatkan jenaka menggoda raga. Meletup impian segera merapat. Seraya memanjakan raga, terpaan ombak halus meligkup tubuh, meliuk sedap, merasakan kedalamannya.

Built-bulir pasir putih, menjadi kidung meresap sukma. Kita pasti betah. Berlama-lama merasakan dasyatnya alam yang selalu menghangatkan. Ciuman mentari  siang,  menjadi letupan selaksa harap agar tetap bermanja di pantai itu.

Muara Wae Pesi memperlihatkan pesona wisata yang menjanjikan.  Lebar sungai mencapi 100 M lebih.  Lebih mengasyikan lagi bentangan muara sungai mencapai dua kilo meter.  Dari hilir hingga Gongger, Jembatan Wae Pesi. Kita bayangkan,  betapa syik dan menggetarkan.

Namun ironisnya, mutiara itu belum ditata dengan baik. Belum diberdayakan. Kekayaan itu seperti emas yang terbalut lumpur. Sampai kapan? Entahlah…

Memang di sekitar bibir sungai dekat Jembatan Wae Pesi ada turap batas. Tetapi itu lebih sebagai pengaman agar luapan sungai tidak menjangkau pemukiman penduduk. Ada pula tempat pendaratan ikan bagi nelayan-nelayan setempat.  Tetapi sarana yang ada itu  belum cukup untuk obyek wisata. Muara Wae Pesi, seharusnya menjadi  bejana indah yang mendatangkan rupiah. Karena itu itu butuh sentuhan serius, butuh jamahan yang berkadar. Butuh komitmen dan keberpihakan yang jelas. Ya…butuh dana pemberdayaannya.

Sekadar  berangan-angan. Andaikan muara itu menjadi tempat wisata. Ada restoran aneka masakan lokal. Atau ada restoran terampung, pasti lebih mengasyikan lagi. Sambil merayap pelan di bentangan sungai itu, kita menikmati aroma kopi ditemani umbi-umbian lokal. Pastinya  menambah getar asa bagi para pengunjung. Kita tidak butuh yang mewah atau wouw.. Cukup yang sederhana, tetapi berkesan. Sambil mancing ikan, ditingkah jenaka semilir yang  sepoi-sepoi, kelelahan dan kepenatan bakal pergi. Di tempat itu, kita justru terus berkelana dalam rasa yang dalam.

Jembatan Wae Pesi

Selain menikmati alam, kita juga menyaksikan dari dekat aktivitas nelayan yang menjaring ikan. Sebab ikan-ikan bermain bebas. Atau nelayan yang pulang melaut. Ibu-ibu yang mencuci pakain dan bermandi ria. Sebab airnya jernih.

Menempuh perjalanan menuju Wae Pesi di Reok, bukan perkara sulit. Jalannya mulus. Sebab jalur jalan itu sudah jadi lintasan jalan Negera. Status tersebut berkat kerja keras Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok dan Wakil Bupati Deno Kamelus (2005-2015) lalu. Dua orang pncuk pimpinan tertinggi di Manggarai itu menyadai jalur Ruteng-Reo sangat fital.  Sebab jalur pemasok BBM dan sembako. Juga material bangunan yang didatangkan dari luar Flores. Maklumlah di Reo ada dermaga yang dibangun sejak tahun 1982 lalu. Dermaga itu bekas sandar perahu motor asal  Bugis.

Kurang lebih 60 KM perjalanan. Meski topografi jalan berkelok-kelok, tetapi di sinilah keasyikannya. Tetap mencuatkan kehangatan yang memanjakan mata. (Kanis Lina Bana/ bersambung)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Berita Lainnya

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Berita Terbaru

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Kakak Ipar diduga Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas Enam Sekolah Dasar

LABUAN BAJO, POSFLORES.COM--Kasus dugaan pemerkosaan dilakukan kakak ipar terhadap adik ipar terjadi di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat. Tindakan amoral tersebut saat ini tengah...

Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT

Aliansi Solidaritas Besipae “Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT Pada tanggal 14 Oktober 2020, Rombongan Pemerintah Propinsi NTT melalui Polisi Pamong Praja, PORLI dan TNI...
Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0