Banner-Top
Banner-Top

Warga Desa Rana Masak di Matim Kesulitan Air Bersih, Proyek Miliaran Rupiah Dinilai tidak Berguna

Bak penampung yang tidak terisi air. Foto/Yunt.
Bak penampung yang tidak terisi air. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR — Warga Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur mengalami krisis air minum bersih sebagai dampak dari musim kemarau.

Nardi, salah satu warga setempat mengatakan, saat ini keadaan masyarakat Rana Masak sangat memprihatinkan.

Pasalnya, setiap hari warga harus ke kali dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk mengambil air untuk kebutuhan rumah tangga.

“Warga di sini merasa kesulitan air minum bersih. Setiap hari hampir semua warga sibuk untuk mencari air demi kebutuhan rumah tangga,” kata Nardi.

Nardi menjelaskan, kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama. Yang lebih parah menurut Nardi, jika musim kemarau tiba, debit air kali sangat kecil dan kadang tidak ada air sama sekali.

“Akibat susah air, kami harus membeli air yang dijual warga lain dengan harga Rp.5.000,00 (Lima Ribu Rupiah) per jerigen 50 liter untuk masak dan minum. Tentu tidak cukup untuk keperluan cuci parabot rumah tangga atau untuk keperluan MCK (Mandi Cuci Kakus),” ungkap Nardi.

Nardi menambahkan, pada tahun 2020 Desa Rana Masak mendapat jatah pengerjaan proyek air minum bersih dengan pagu dana sebesar Rp.2,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Tahun 2020 ada proyek air minum bersih. Namun, usai dikerjakan air hanya mengalir sekali saja. Tentu sebagai masyarakat kami merasa tidak puas dengan hasil dari proyek tersebut. Saya pribadi sangat sesalkan hasil dari proyek tersebut. Dana dua miliar lebih hasilnya nihil,” ungkap Nardi.

Nardi mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Matim untuk secepatnya menyelesaikan persoalan air minum tersebut.

“Saya berharap Pemda Matim untuk segera memperhatikan proyek air minum bersih yang tidak  tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat tersebut. Jika tidak diperhatikan maka proyek dana DAK dengan dana miliaran rupiah ini tidak berguna,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kadis PUPR Manggarai Timur, Yoseph Marto, belum menanggapi keluhan tersebut. Saat dikonfirmasi via teleopon seluler, nomor Kadis PUPR tersebut tidak aktif. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top