Warga di Matim tak Mampu Bayar Utang, Babi dan Sepeda Motor Diserahkan ke Pemodal

- Advertisement -




MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Maria Sartika (45) Warga Kampung Mok, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur tidak terima perlakuan semena – mena oleh pemilik modal yang meminjamkan uangnya kepada Maria.

Kepada posflores.com, Kamis, 8/04/2021, Maria mengaku pemilik uang telah membuat kebijakan dan aturan sepihak dan tidak sesuai kesepakatan bersama hingga mengakibatkan dirinya dan bebrapa anggota lain kini menderita.

“Tahun 2019 saya pinjam uang di Silvester Jawa, dengan nominal Rp.2000.000,00 (Dua Juta Rupiah). Adapun kesepakatannya yakni dengan wajib membayar bunga Rp.100.000,00/Minggu. Tidak ada jaminan, begitupun jika pembayaran bunga mandek ataupun terlambat tidak ada dalam kesepakatan,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa setoran bunga/Minggu pada tahun 2019 lancar. Kata dia, setiap melakukan setoran bunga kwitansi tidak diberikan oleh Silvester.

Menurutnya, hampir setahun dia menderita sakit sehingga setoran bunga tidak lagi berjalan normal. Bulan Maret 2021 lalu Maria mengaku telah membayar satu juta rupiah kepada Silvester.

“Silvester datang ke rumah untuk terima uang bunga pinjaman, sekaligus meyampaikan kalau bunga uang sudah membengkak. Itu saya akui tapi ancamannya jika tidak bayar lunas bunga tambah pokok dalam waktu dekat, maka tanah milik saya akan diambil sebagai jaminan. Ini jelas merugikan saya karena terkait jaminan itu sama sekali tidak ada dalam kesepakatan kami,” jelas Maria.

Selain itu, Maria juga meyampaikan akibat aturan mendadak yang dibuat Silvester, dua temannya yang berstatus anggota pinjaman terpaksa berikan satu unit sepeda motor bahkan hewan peliharaanya kini sudah diambil pemilik uang untuk dijadikan jaminan.

Sementara itu, Silvester Jawa (48), pengedar uang milik Petrus Modo membantah keras tudingan Maria tersebut. Menurutnya yang disampaikan Maria itu tidak benar dan tidak sesuai fakta.

“Dia (Maria) karang cerita. Bukti doukmen kesepakatannya lengkap ada di sini. Memang di awal dia lancar bayar bunga, selanjutnya hilang komunikasi dan tak ada pemberitahuan kalau dia sedang sakit. Saya menagih itupun dia yang tentukan waktunya, cuman kadang ketika ke rumahnya dia sembunyi dan tak mau keluar rumah,” kata Silvester.

Silvester mengatakan kwitansi tidak diberikan itu benar. Tetapi setiap setoran peminjam langsung dicatat dalam dokumennya. Bahkan akibat ulah para peminjam tersebut kini dirinya menjadi sasaran dari Petrus Modo sang pemilik uang.

“Akibat ulah mereka, saya kena sasaran dari pemilik uang, mereka main janji terus untuk bayar pokok tambah bunga. Namun realisasinya sampai sekarang tidak ada. Makanya jangan heran jika bunga pinjaman Maria, dan beberapa orang lainya itu membengkak. Saat mereka pinjam, pemilik uang masih diperantauan jadinya saya dipercayakan untuk kelola itu uang, dan saat ini dia sudah kembali ke kampung,” paparnya.

Silvester menambahkan, terkait sepeda motor dan hewan peliharaan (Babi) yang sudah diambil sebagai jaminan, itu atas permintaan peminjam karena belum punya uang untuk membayar.

“Tolong Maria, jangan lagi berdalil. Karena segala kebaikan saya selaku yang memberikan pinjaman sudah dia rasakan, sedangkan motor sama babi itu peminjam sendiri yang hantar ke pemilik uang,” ujarnya.

Silvester mengungkapkan, kalaupun Maria dan beberapa peminjam lainya melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian itu jauh lebih bagus.

“Saya siap dengan data dan bukti lengkap kalau menurut mereka ini sebuah persoalan yang harus diselesaikan sampai ke pihak kepolisian. Dan itu justeru bagus,” ucapnya. (Yunt)

Facebook Comments




- Advertisement -

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Facebook Comments