Banner-Top
Banner-Top

Wartawan di Matim Polisikan Pelaku Diskriminasi terhadap Wartawan

Alfons Rian. Foto/Fec Media.
Alfons Rian. Foto/Fec Media.

BORONG, POSFLORES.COM–Dua (2) Jurnalis Media Online yang bertugas di Kabupaten Manggarai Timur diduga mendapat perlakuan dikriminalisasi dari seorang warga (AR) saat melakukan tugas peliputan di Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu, 30/09/2020).

Kedua jurnalis tersebut adalah Marianus Antus  (wartawan Jendelaindo.com) dan Ignasius Tulus (Wartawan Floreseditorial.com).

Peristiwa tersebut berawal ketika Marianus dan Ignasius mendatangi Kantor Desa Bangka Kantar untuk mewawancarai Kepala Desa terkait proyek pembangunan fisik tahun anggaran 2019 yang belum dikerjakan hingga sekarang ini.

“Saat proses wawancara sedang berlangsung, dia (AR) datang dan langsung menghardik dan bertanya kepada kami. Dia bilang, “kalian mau wawancara apa, dari wartawan atau dari mana? Kalian datang jangan cari kelemahan desa ya, saya juga tau etika jurnalistik,” kata Marianus menirukan perkataan AR.

Menurut Marianus, pelaku (AR) bahkan memaksa kedua jurnalis yang tengah bertugas itu untuk menunjukkan identitas pers dan surat tugas.

“Saya lalu tunjukkan surat tugas saya dan dia sempat mendokumentasikannya,” kata Ignasius Tulus, Jurnalis Floreseditorial.com.

Menanggapi hal itu, ketua Aliansi Jurnalis Online Kabupaten Manggarai Timur, Adrianus Kornasen, menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Alfons Rian adalah bentuk kiriminalisasi terhadap tugas jurnalistik.

“Kita sangat menyesalkan kejadian itu. Tindakan yang menghalang-halangi tugas wartawan saat peliputan ini jelas melanggar UU Pers. Kami telah melaporkan hal tersebut ke Polres Manggarai Timur, agar tidak terus terjadi hal seperti ini,” tegas Kornasen.

Menurut Kornasen, tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur di dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

“Sangat jelas bahwa wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999,” sebut Kornasen, seraya menyatakan pihaknya akan membentuk tim terkait mangkraknya sejumlah proyek di desa tersebut.

Lebih lanjut, Kornasen juga mengimbau kepada rekan-rekan wartawan agar selalu mengedepankan etika sopan santun dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur di dalam Kode Etik Jurnalistik serta professional.

“Karena itulah panduan kita dalam melaksanakan tugas sebagai wartawan, dan kita harapkan kejadian seperti itu nantinya tidak ada lagi khususnya di Manggarai Timur ini,” tukasnya dia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Deddy S. Karamoi, kepada wartawan menjelaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil oknum yang bersangkutan.

“Besok yang bersangkutan akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” kata Iptu Dedy. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top