Banner-Top
Banner-Top

Waspada, Tingkat Kematian Babi di Matim Meningkat

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

BORONG,POSFLORES.COMKepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur, Maximus J. Nohos menyebutkan bahwa tingkat kematian ternak Babi di Kabupaten Manggarai Timur semakin meningkat.

Menurut Maximus, hal tersebut dikarenakan adanya oknum yang menjual daging babi dari wilayah tertular ke wilayah-wilayah yang belum tertular.

“Total kematian babi per 15 September 2020 sebanyak 387 ekor. Lalu kemudian, berdasarkan investigasi petugas puskeswan menunjukan penularan penyakit dikarenakan kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi dan mengedarkan babi dari ternak babi sakit ke wilayah-wilayah yang belum tertular,” katanya kepada Posflores.com, Selasa (15/09/2020).

Dikatakan Maximus, untuk mencegah bertambahnya kematian babi, Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur terus melakukan penyemprotan desinfektan pada kandang babi.

“Total kandang yang telah didesinfeksi sebanyak 784 kandang dengan perincian, Kecamatan Borong 246 kandang, Kecamatan Kota Komba 219 kandang, Kecamatan Rana Mese 226 kandang, Kecamatan Poco Ranaka Timur 23 kandang dan Kecamatan Poco Ranaka 70 kandang,” katanya.

Berdasakan hasil laboratorium kata Maximus, untuk sampel yang telah dikirimkan ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar menunjukan seropositif Hog Cholera. Penyakit ini memiliki angka mortalitas mencapai 100% dan sampai saat ini belum ada obatnya. Kabar biknya ialah bahwa penyakit ini sudah memiliki vaksin dan penularannya dapat dicegah dengan biosccurity yang baik dan menjaga performa ternak babi.

Perlu diketahui, bulan Agustus 2020, Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur mendapat bantuan obat-obatan, vaksin dan desinfektan dari Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Total vaksin Hog Cholera yang diterima sebanyak 1500 dosis, namun jumlah ini masih sangat jauh dari populasi ternak babi di Matim. Oleh karena itu, Dinas Peternakan telah merencanakan pengadaan vaksin Hog Cholera, desinfektan dan vitamin pada anggaran perubahan tahun 2020 untuk meningkatkan pencegahan terhadap penyakit ini. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top