Banner-Top
Banner-Top

YBL Hadirkan Pabrik Bambu Setengah Jadi di Matim

Ket foto: Yayasan Bambu Lestari usai melakukan evaluasi bersama
Ket foto: Yayasan Bambu Lestari usai melakukan evaluasi bersama

Manggarai Timur, –Yayasan Bambu Lestari (YBL) Manggarai Timur mengadakan rapat evaluasi program pembibitan tanaman bambu bersama 17 perempuan pelopor misi ‘penyelamatan bumi’. Evaluasi tersebut untuk meninjau kembali kinerja sekaligus refleksi pencapaian target program pembibitan bambu. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Josy Kasim dan Maria Wuda selaku fasilitator YBL Matim di Mbelar-Kobok, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, pada Sabtu, 18/12/21.

Lurah Ronggakoe, Heribertus Beni dalam sambutan pembuka, menyampaikan rasa terima kasih kepada YBL yang telah menerapkan program ‘misi penyelamatan bumi’ lewat pembibitan tanaman bambu di kelurahannya.

“saya selaku lurah mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Bambu Lestari (YBL) yang sudah percayakan kami masyarakat Kelurahan Ronggakoe untuk boleh mengambil bagian mengadakan benih bambu. Sampai saat ini kami sudah memenuhi target 136 ribu anakan bambu siap dipindahkan ke lahan kepompong. Pencapaian ini tentunya edukasi yang baik dan kerja sama dari para fasilitator YBL Matim bersama ke 17 perempuan pelopor bambu yang didampingi PKK kelurahan. Kami sungguh merasakan manfaatnya, baik wawasan berpikir kami terbuka bahwa bambu kaya akan manfaatnya juga secara sosial kami mampu bekerja sama dalam keluarga dan kelompok dan memberi kami lapangan pekerjaan yang bisa memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga,” ungkap Heri.

Heribertus juga mengajak ke-17 permpuan tersebut menjadi pelopor bagi masyarakat Kelurahan Ronggakoe. Selain itu, perlu membangun komunikasi yang intens apabila ada kendala dalam menangani pembibitan. Pencapaian target pembibitan bambu sudah mencapai 95%.

“Kegiatan proses pembibitan tanaman bambu kita sudah mencapai 95% dan sudah memenuhi target. Sejak sosialisasi bulan Juni pasti ada suka duka, pasti ada riak-riak kecil dalam kelompok kita. Namun, tanpa kita sadari dengan bekerja sama, kita sudah menghasilkan 136 ribu anakan bambu yang sehat dan sesuai SOP YBL. Harapannya kita tetap membangun komunikasi yang baik, apabila ditemukan masalah, mari kita saling bertanya dan bersama fasilitator YBL mencari solusinya. Kepada YBL saya berharap program benih bambu tahun 2022 di Kelurahan Ronggakoe ditingkatkan dan membuka pabrik bambu setengah jadi di Matim. Kelurahan Ronggakoe siap menyediakan lahan untuk membangun pabrik bambu setengah jadi. Terimakasih kepada 17 ibu pelopor sudah mau menyelamatkan bumi dan menjaga generasi mendatang dengan melestarikan bambu,” harap Heribertus.

Josy Kasim salah satu fasilitator YBL Matim menjelaskan bahwa rapat evaluasi program pembibitan bambu tersebut, guna melihat kembali terkait beberapa hal yang sudah dilakukan sejak awal sosialisasi hingga pencapaian target saat ini.

“Marilah kita melihat kembali ke dalam diri kita masing-masing. Sejak awal sosialisasi program pembibitan benih bambu, proses pemilihan bibit, pengisian bibit dalam polibag, perawatan hingga pencapaian target menemukan kembali masalah, melihat kembali tujuan, manfaat dan apa yang menjadi harapan kita. Sebab, yang bekerja dengan keringat dan air mata akan menuai hasil dengan sorak-sorai. Kita semua bangga ke 17 perempuan pelopor yang adalah ibu-ibu rumah tangga sudah bekerja sama dengan hati, mau mendengarkan dan saling belajar hingga mampu bertahan sampai saat ini. Dan tentunya siapa yang bekerja dengan baik, pasti menuai hasil yang memuaskan. Tetap pertahankan semangat dan kompak selalu. Dengan menanam dan melestarikan bambu, kita telah menyiapkan alam yang sehat untuk generasi kita selanjutnya. Sebab bambu mampu menyerap karbondioksida dengan baik dan tanamlah bambu di area mata air karena mampu meningkatkan debit air bersih sebab satu rumpun bambu mampu menyimpan 5000 ton air per tahun,” cetus alumni STFK Ledalero.

Philipus Beni mewakili kelompok tani bambu menerangkan bahwa, pertama kali mendengar program pemerintah yang bekerja sama dengan YBL dan sejak awal sosialisasi menyambut dengan optimis bahwa program pembibitan tanaman bambu pastinya membawa perubahan bagi alam dan mampu menyelamatkan generasi dari masalah pemanasan global dan kekurangan air bersih.

“Memang awalnya mustahil. Tetapi saya optimis, sebab program pemerintah tentu sudah melalui kajian ilmiah. Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali sebab bisa menciptakan kembali hutan yang sudah rusak. Terimakasih banyak atas edukasi yang bermanfaat dari YBL, saya terpacu untuk menanam bambu. saya menyesal karena usia sudah tua, namun dengan tekad kuat semua pasti bisa.  Masyarakat kita saat ini sudah kehilangan pijakan budaya, sudah tidak ada lagi teladan dalam keluarga untuk merawat alam,” pungkasnya.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu PKK Kelurahan Ronggakoe, Ketua Pelopor Tani, Ino Sengkang selaku kader konservasi alam, dan masyarakat setempat.(Tim)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top