Banner-Top
Banner-Top

Yokobus Lalong: Pemerintah Tidak Adil

Yakobus Lalong, penderita lumpuh. Foto/Nardi Jaya.
Yakobus Lalong, penderita lumpuh. Foto/Nardi Jaya.

oleh: Nardi Jaya

BORONG, POSFLORES.COMKisah pilu dialami Yakobus Lalong (65), penyandang cacat  asal Nunur, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Selama bertahun-tahun Yakobus menderita lumpuh dan hanya ditemani sebilah tongkat kayu sebagai alat bantu untuk dirinya bisa berjalan. Tak ada kursi roda, tidak menyurutkan langkah lelaki usia senja  ini untuk berjuang melawan waktu. Menyerah, bagi dirinya adalah suatu hal yang mustahil, walau selama bertahun-tahun tanpa bantuan dari Pemerintah Daerah.

Sebelum mengalami lumpuh, Lalong bekerja sebagai petani demi  menafkahi keluarga kecilnya yang sangat sederhana itu. Dia memiliki 2 orang anak yang dibesarkannya dalam keadaan serba kekurangan. Sambil meneteskan air mata, Lalong menceritakan tentang kisah tersebut

“Sebelumnya saya  bekerja sebagai petani kebun bersama Istri yang sekarang telah tiada. Saya jatuh sakit sudah sangat lama yang  kemudian berakibat lumpuh sampai sekarang. Saya sudah lupa itu tahun berapa, namaun sejak saat itu saya menderita lumpuh. Selama bertahun-tahun lumpuh, saya tinggal bersama Istri dan dua anak saya. Istri Saya sekarang telah tiada, Anak saya yang sulung telah bersuami, saya tidak akan lupa saat-saat di mana istri dan anak saya bekerja di kebun mencari rejeki pagi hingga sore, sementara saya dikekang oleh kejamnya penyakitku ini,” ungkap Yakobus sambil sesekali mengusap air matanya.

Untuk diketahui, Istri Yakobus, beberapa bulan lalu dipanggil Yang Maha Kuasa sementara saat ini dia tinggal bersama anaknya yang telah berkeluarga.

“Istri saya beberapa bulan lalu meninggal dunia. Saat ini saya tinggal bersama anak saya yang laki-laki,” tandas Lalong kepada Posflores.com Rabu, (18/09/2019) di kediamanya.

Ketika ditanyai terkait bantuan Pemerintah yang diturunkan ke desa-desa mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Bantuan Beras dan lain sejenisnya, dengan polos Yakobus menjawab bahwa Dirinya tidak pernah mendapatkan itu baik semua maupun salah satunya.

“Jangankan semua jenis bantuan itu. Salah satu saja misalnya Beras Miskin-pun tidak pernah saya dapat,” unkap pria renta itu.

Dirinya berharap, Pemerintah baik dari tingkat desa sampai pusat semestinya berlaku adil dan tidak tebang pilih dalam memberikan bantuan kepada rakyatnya.

“Ada kalanya Pemerintah itu tidak adil. Mereka memberikan bantuan tapi tidak tepat sasaran. Semoga mereka buka mata dan memberikan bantuan itu harus tepat sasaran kepada yang betul-betul membutuhkan,” tutupnya.[*]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top